Bukan Sekedar Nikah Masal ITSBAT Nikah Di Kecamatan Wongsorejo Memberikan Pengesahan Hukum Pada Per Nikah Di Masa Lalu

Bukan Sekedar Nikah Masal ITSBAT Nikah Di Kecamatan Wongsorejo Memberikan Pengesahan Hukum Pada Per Nikah Di Masa Lalu

Gempurnews.com – Indonesia – Propinsi Jawa-Timur – Kabupaten Banyuwangi. Pemaknaan Pernikahan, merupakan upacara pengikatan janji nikah yang di rayakan atau di laksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Namun rupa – rupanya dahulu hal ini tidak banyak yang menyadari. masyarakat sendiri banyak yang menganggap Upacara pernikahan hanya berdasar taradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial.

Namun tidak banyak yang menyadari bahwa hukum di negara ini juga mengatur tentang pernikahan. Banyak yang menyimpulkan sebuah pernikahan sudah di anggap sah cukup dengan ijab qobul atau pengikraran janji suci secara agama, budaya atau adat istiadat. namun tanpa di sadari bahwa pernikahan secara hukum dalam negara akan sangat di butuhkan ketika seseorang atau warga masyarakat membutuhkan sebuah identitas diri, keluarga maupun anak.

Gagalnya pemahaman masyarakat ini banyak terjadi di era tahun 90-an, bahkan ada beberapa yang masih terjadi di atas tahun 2000. akibatnya banyak masyarakat yang membangun rumah tangga, namun masih tidak memilki kepastian status hukum. hal ini akan sangat miris ketika mereka sudah memiliki anak yang akan duduk di bangku sekolah. tentunya kepastian hukum akan di pertanyakan. tidak hanya itu, setatus pernikahan pun akan sangat di butuhkan ketika seseorang atau warga masyarakan dalam pengurusan surat menyurat, seperti halnya perijinan pengurusan identitas diri, keluarga, tempat tinggak atau pertanahan bahkan ketika harus bepergian jauh, hingga keluar negeri.

Menyikapi pentingnya sebuah status pernikahan ini. menggugah hati Camat Wongsorejo Dra Sulistiowati, untuk menggas sebuah program guna memberikan kesempatan bagi warga masyarakat yang telah menikah jauh – jauh hari, namun masih belum mendapatkan kepastian hukum, di karnakan dalam prosesi pernikahannya di laksanakan tidak secara hukum negara.

Bekerja sama dengan KUA dan Pengadilan Agama Banyuwangi. dalam kali ke.4 Kec.Wongsorejo menggelar prosesi sidang ITSBAD Nikah pada jumat (11/5), yang di hadiri seluruh hakim agama se-kab. Banyuwangi. berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya bila Sidang ITSBAT nikah hanya di ikuti sekitar 30 Pasang peserta. kali ini ITBAD Nikah di ikuti 118 pasang peserta dari berbagai desa di kec.Wongsorejo.

Meningkatnya peserta pasangan nikah sendiri di akui camat Dra.Sulistiowati dalam kesempatan wawancara dengan jurnalis Gempurnews dan Kombes Pagi Selasa(8/5).

“Terjadi peningkatan peserta ini atas kerja keras pemerintah kecamatan di bantu desa – desa. terutama saya sendiri. pada setiap kesempatan atau acara – acara berkumpulnya masyarakat seperti halnya pengajian. saya selalu mencoba merangkul dan memberikan wawasan. pada umumnya mereka malu dengan usia. tapi saya sendiri bilang, mengapa harus malu. saya sendiri tidak malu mengajak njenengan – njenengan. selain itu saya juga memaparkan apa saja persyaratan – persyaratannya. alhamdulillah tahun ini kesadaran warga masyarakat Kecamatan wongsorejo meningkat hingga berlipat dari tahun sebelumnya.” Tutur Camat Dra.Sulistiowati menjelaskan.

ITSBAT Nikah sendiri adalah upaya pengesahan hukum pernikahan di masa lalu. Pasangan nikah akan mendapatkan pengesahan sesuai penyelenggaraan nikah pada beberapa tahun yang lalu. hal ini akan meberikan ke untungan lebih bagi pasangan menikah yang telah memiliki anak. berbeda dengan nikah masal. bila pengesahan nikah masal. dalam surat nikah akan tertera tanggal sesuai tanggal terselenggaranya pernikahan. maka anak yang lahir sebelum pernikahan tidak akan mendapatkan setatusnya.

“ITSBAT Nikah ini pun di selenggarakan tanpa adanya biaya. bahkan matrai atau nazegelen pun di biayai donatur. beda bila sidang harus di laksanakan di kantor pengadialan agama. bisa di pastikan biayanya akan mahal. dari oprasional akomodasi bahkan konsumsi. tidak mungkin saksi – saksi yang hadir tidak di beri makan atau jamuan. maka-nya sidang sendiri saya selenggarakan di kantor kec.wongsorejo. dengan menghadirkan 28 Hakim Agama se Kabupaten Banyuwangi. penyelenggaraannya pun pada hari jumat. di karnakan Hakim Pengadilan Agama hanya dapat membuka sidang di luar kantor pada hari jumat. di luar hari jumat mereka tidak di ijinkan membuka sidang di luar kantor.” tutur Dra.Sulistiowati menambahkan.

Sidang ITSBAT Nikah di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi ini pun terlaksana dengan hikmat, pada Jumat(11/5) Dan di hadiri ratusan orang yang terdiri dari peserta, saksi maupun tamu undangan dan pejabat pemerintahan Kecamatan Wongsorejo (*/Seagate).


Related Articles

POLIWANGI Hadiri “Archipelago Exhibition” Malaysia

Banyuwangi, gempurnews.com – Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI) kembali mengukir nama di kancah internasional. Senin 18 – 19 Maret 2019 POLIWANGI

Siswa SD di Jember Mual dan Muntah Diduga Keracunan Permen

Jember – Siswa SD Al Ihlas Jember, Jalan Letjen Suprapto dilarikan ke puskemas diduga keracunan makanan. Mereka mengalami mual dan

KABUPATEN LUMAJANG MEMENUHI PENCAPAIAN TARGET VAKSIN MEASIES RUBELLA

Lumajang Gempur News Com. Hasil capaian akhir hingga tanggal 30/09/2017 Kabupaten Lumajang adalah 99,97%, dan ini telah melebihi target nasional

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

<