Menteri BUMN Dalam Kunjungan Kerja Ke Wisata Alam Desa Burno

0
27

LUMAJANG Gempurnews.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Sumarno melakukan kunjungan kerja pada acara Serasehan petani Perhutani sosial di wisata alam Burno, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menteri BUMN hadir bersama Direktur Utama PT. Bank Indonesia (BNI), Dirut BRI, Direktur PTPN III,X,XI,XII serta sejumlah Direktur BUMN lainnya. Menteri berharap, agar PT. Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) ikut serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Agenda kunjungannya di Lumajang kali ini meninjau Peternakan Sapi dan Hutan “Siti Sundari” Perhutani di Desa Burno, Kecamatan Senduro.

Pihaknya menilai potensi yang ada di Desa Burno sangat besar. Pasalnya, perekonomian Desa Burno sangat produktif, baik dalam bidang usaha peternakan sapi, maupun perkebunan kopi dan pisangnya.

Diungkapkan, pihaknya akan terus mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar betul – betul dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, baik dibidang peternakan maupun pertanian.

“Sekarang ini kami selalu menekankan, KUR bisa dimanfaatkan dengan baik. Kelompok peternakan disini saya lihat cukup sukses, baik kelompok peternak sapi perah maupun sapi potong. Kami melihat potensi pertanian kopi di sini juga sangat bagus,” ujar Menteri Rini.

Menteri menambahkan, kendala yang masih dihadapi oleh warga Desa Burno, salah satunya adalah distribusi susu sapi yang masih kurang bagus. Bisa jadi disebabkan oleh kondisi jalan yang masih bergelombang, hal ini dinilai dapat menurunkan kualitas susu sapi.

Di sisi lain, anjloknya harga kopi juga menjadi keluhan masyarakat. Menteri berharap kepada pihak PTPN XII dapat membina dan turut mendongkrak harga kopi lereng Semeru.

Senada dengan itu, Bupati Lumajang, Cak Thoriq menilai, potensi yang ada di wilayah Desa Burno tergolong sangat tinggi, baik dalam bidang peternakan maupun pertanian.

Dikatakan, kapasitas kawasan yang cukup untuk ditempati 800-an ekor sapi dapat menghasilkan 5 300 liter susu setiap harinya. Tidak hanya sapi, kambing etawa Senduro pun bisa dijadikan unggulan, selain dimanfaatkan daging dan susunya, hewan ini juga memiliki nilai tersendiri dalam soal kontes kambing. “Alhamdulillah, setiap ada perlombaan kambing Senduro selalu menjadi juara,” ujar Cak Thoriq.

Potensi lain dari sisi perkebunan seperti pisang agung, pisang kirana, tanaman sayuran dan kopi lereng Semeru, semua tanaman yang ada merupakan hasil perkebunan berkualitas. (Duk/Bam)