Keong Darat Memiliki Keanekaragaman Spesies Tinggi Di Jawa

Keong Darat Memiliki Keanekaragaman Spesies Tinggi Di Jawa

 

BEKASI Gempurnews.com
Penemuan species baru keong darat setidaknya dapat menambah pengetahuan tentang jenis keong.

Beberapa waktu lalu peneliti moluska dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Ayu Savitri Nurinsiyah menyampaikan hasil temuannya.

“Penelitian dilakukan terhadap spesimen yang menjadi koleksi beberapa museum di dunia,” ungkapnya.

Selain dari museum, penelitian juga dilakukan terhadap koleksi keong darat Landouria dari penemuan lapangan di Jawa tahun 2013-2015.

“Kalau (koleksi) museum, yang paling lama koleksi tahun 1889. Koleksinya A. Strubell dari Gunung Salak. Sekarang tersimpan di Senckenberg Museum of Frankfurt (SMF), Jerman,” ujarnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan bersama Marco Neiber dan Bernhard Hausdorf, Malacologist dari Centrum fu?r Naturkunde (CeNak), Universita?t Hamburg, Jerman ini, menurut Ayu, sebetulnya merevisi satu genus di Jawa bernama Landouria.

“Dalam melakukan revisi sistematika, penelitian ini menerapkan pendekatan integratif yang menggabungkan pemeriksaan morfologi cangkang, karakter genitalia, dan DNA,” kata Ayu.

Sehingga jika berdasarkan karakter morfologi cangkangnya ia mengatakan diketahui dari yang awalnya hanya tujuh spesies yang terungkap di Jawa, setelah ditelaah lebih mendalam dengan examination genitalia dan DNA ternyata jumlahnya menjadi 28.

“Dari enam spesies Landouria yang diungkap oleh van Benthem Jutting (1950) dan satu spesies oleh Bunjamin Dharma (2015), kami berhasil mendeskripsi kembali 28 spesies di Jawa, 16 di antaranya adalah spesies baru dalam ilmu pengetahuan,” ujar dia.

Lebih lanjut Ayu mengatakan 16 spesies tersebut di antaranya adalah Landouria parahyangensis yang dinamakan berdasarkan area sebaran spesies tersebut yaitu di tanah Sunda (Parahyangan). Sementara Landouria petrukensis diberi nama Petruk karena hanya ditemukan di kawasan Gua Petruk, Kebumen, Jawa Tengah.

“Sedangkan Landouria abdidalem terinspirasi dari abdi dalem Keraton Yogyakarta di mana spesies tersebut ditemukan di Provinsi Yogyakarta,” ujar Ayu.

Ayu menjelaskan hasil penelitian mengungkapkan bahwa Landouria merupakan keong darat yang mem iliki keanekaragaman spesies tinggi di Jawa. Sebagian besar adalah hewan endemik atau hanya memiliki sebaran di daerah-daerah tertentu di Jawa.

“Keanekaragaman spesies Landouria tertinggi sebanyak 19 spesies terdapat di dataran rendah di bawah 500 mdpl. Keragaman tersebut berkurang dengan meningkatnya ketinggian,” ujar Ayu.

Menurut Ayu, hanya lima spesies yang tercatat berada pada ketinggian di atas 1000 mdpl, dan hanya dua spesies yang diketahui memiliki sebaran hingga ketinggian di atas 2000 mdpl. “Karena sebaran yang terbatas inilah, hewan endemik seperti Landourias terhadap ancaman kepunahan.”

“Ternyata di Jawa itu hampir di tiap gunung, atau lokasi karst (kapur) memiliki jenis Landouria yang berbeda. Dan masih ada kemungkinan bertambah jenis barunya, karena saya belum koleksi ke semua gunung di Jawa,” kata Ayu.

Peneliti yang baru bergabung dengan LIPI tahun 2018 ini mengatakan beberapa spesies keong darat yang baru terungkap tersebut masih banyak ditemukan di habitat aslinya.

“Tapi ada dua spesies yang saya kurang tahu dia masih ada atau tidak. Karena ditemukan dari koleksi lama Museum Zoologicum Bogoriense yang ada di LIPI dan Zoologisches Museum Amsterdam (sekarang koleksinya ada di Naturalis, Leiden). Sedangkan satu spesies di antaranya malah koleksi tahun 1927-1932,” kata Ayu.

Dia mengungkapkan perubahan dan kehilangan habitat merupakan salah satu contoh ancaman yang sedang dihadapi oleh Landouriadi Jawa.

“Yang dikhawatirkan adalah mereka sudah keburu hilang sebelum ditemukan. Kan sedih”.

Terkait adanya perizinan eksplorasi dan eksploitasi karts yang banyak menjadi habitat keong darat Landouria ini, dia hanya menduga mereka yang berperan mengambil kebijakan bimbang untuk memilih antara memanfaatkan sumber daya untuk memasok kebutuhan pembangunan negara ataukah lebih baik menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, konservasi dan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. (*)


Related Articles

PKK BERPERAN PENTING MELINDUNGI ANAK DARI NARKOBA

Gempur News -Indonesia – Propinsi Jawa-Timur – Kabupaten Lumajang. KABAR UMUM. Plt.Bupati Lumajang,Dr.Buntaran Supriyanto,MKes.,pada festival Sego Bantingan memeriahkan Hari Kesatuan

Kapolres Pasuruan, Terkait Insiden Pon-Pes Al – Hidayah Pasuruan Terkendali

Gempur News – Indonesia – Polda Jatim -Polres Pasuruan. KABAR UMUM. Pria yang sebelumnya disebut menyerang Pengasuh Ponpes Al –

Selain Mengangkut 139 Penumpang Dan 48 Kendaraan. KM Lestari Maju yang Tenggelam Juga Membawa Uang BPD Senilai Rp 30 Miliar

Gempurnews.com – INDONESIA – BULUKUMBA. Kapal KM Lestari Maju yang dalam perjalanan menuju pelabuhan Bira – Pamatata. Di beritakan tenggelam

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

<