Bimbingan Manasik Haji Kemenag Barut Siapkan 126 Jemaah Calon Haji Tahun 1440.H – 2019.M

0
27

 

Guna mempersiapkan Jamaah Calon Haji Kabupaten Barito Utara dalam menjalankan Ibadah Haji Tahun 2019, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Manasik Haji bagi para Jamaah Calon Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 1440 H/2019 M, yang dibuka oleh Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra di Aula Bappeda Litbang, Muara Teweh, Rabu 19 Juni 2019.

Ketua Panitia pelaksana, Ardiansyah, SE dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan  ini dilaksanakan guna membekali para Jamaah Calon Haji Kabupaten Barito Utara dalam tata cara Ibadah Haji yang tertib sesuai rukun haji.

Adapun jamaah pada tahun ini berjumlah 126 orang. “Jamaah terdiri dari Kecamatan Teweh Tengah 87 orang, Lahei 15 orang, Lahei Barat 2 orang, Teweh Baru 2 Orang, Montallat 10 orang, Gunung Purei 6 orang, Teweh Selatan 2 orang, dan Tim Kesehatan 2 orang,” ucap Ardiansyah.
Ia juga menyampaikan bahwa pemateri pada kegiatan yang dilangsungkan dari tanggal 19 sampai 20 Juni 2019, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Barito Utara, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah dan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Barito Utara.

Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Barito Utara, Drs. H.Tuaini Ismail, M.Ag dalam sambutannya mengharapkan bahwa seluruh jamaah calon haji ini meraih predikat taqwa dengan telah menjalankan rukun Islam yang kelima. Namun, H. Tuaini mengingatkan jangan sampai hal ini dinodai oleh 3 larangan haji yakni Rafats, Fusuq, dan Jidal. Yang tak kalah penting, bahwa jamaah haji harus selalu menjaga kesehatan, mengingat kloter Barito Utara yang bergabung dengan Kabupaten Barito Selatan dan Sukamara ini termasuk dalam kloter ke 18.

Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra saat membacakan sambutan Bupati Barito Utara berpesan agar para jamaah dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ibadah haji nantinya dapat berkurang dikarenakan ketidaktahuan dalam pelaksanaan rukun ataupun sunah haji … (SS).