Kondisi Bangunan Pasar Desa Sikui Sangat Memprihatinkan

Kondisi Bangunan Pasar Desa Sikui Sangat Memprihatinkan

Barito Utara.Gemournews-Kondisi pasar minggiuan di Desa Sikui, Kecamatan Teweh baru, Kabupaten Barito Utara sangat Memprihatinkan. Karena bangunan pasar tersebut nyaris hampir roboh.

Bangunan pasar mingguan yang dibangun pada tahun 1992 ini sangat mengkhawatirkan para komunitas pedagang untuk digunakan. Pasalnya, tiang yang menopang atap los pasar tersebut saat ini sudah miring. Sehingga, para pedagang enggan untuk menempati dan menggelar barang dagangannya di bangunan pasar tersebut.

Kepala Desa Sikui Saprani saat ditemui Awak media pada Sabtu 22 juni sedang berada dilokasi pasar membenarkan, bahwa kondisi pasar tersebut perlu dilakuakn pembongkaran untuk diperbaiki. Bangunan pasar yang terbuat dari bahan bangunan kayu ini sudah reot miring, selain itu atap pasar hanya ditopang empat tiang penyangga yang menancap ke tanah, sedangkan tiang lainnya merupakan tiang gantung jelas Saprani.

Dijelaskan Kades, bahwa dengan kondisi tersebut, membuat para pedagang memilih lokasi yang lebih aman,yakni di luar  bangunan tersebut. Bahkan para pedagang berjualan meluber hingga pinggir bahu jalan Nasional.

Untuk itu pemerintah desa dalam waktu dekat, akan melakukan pembongkaran dan rehab  atas bangunan pasar tersebut. Namun demikian,pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Agar pembangunan tersebut lebih representatif dan fungsional,jelasnyanya.

Lebih lanjut katanya untuk jumlah pedagang di pasar mingguan Desa Sikui ini mencapai 100 lebih pedanang. Sementara untuk pembeli dipasar tersebut bukan hanya warga desa Sikui, bahkan ada yang dari desa tetangga seperti Hajak, warga kilometer 24 Wahai, Pandran Jari, dan komplek sawit kemitraan yang berada di lokasi perusahaan perkebunan lainnya.

Alasan masyarakat lebih memilih desa Sikui karena lebih dekat, diketimbang pasar yang ada di ibu kota kabupaten yang jauhnya mencapai tiga pupuh kilometer, ungkapnya.

Disampaikannya pula bahwa pemerintah daerah juga telah membangun bangunan pasar permanen, kontruksi baja beton yang bekerjasama dengan kementrian perdagangan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2015,namun bangunan tersebut tidak sesuai dengan perencanaannya sehingga disaat pedagang menggelar barang dagangannya  mengalami kesulitan antara penjual barang dan bembeli,karena bangunan tersebut tertutup bagian didinding pada sela-sela bawahnya.

Sehingga kondisi ini mengakibatkan minim peruntukannya bagi pedagang,selain itu pula bangunan tersebut tidak pernah digunakan para pedagang. Untuk itu, kami nantinya akan melakukan rehab terhadap bangunan pasar tersebut, sehingga nantinya dapat digunakan kembali oleh para pedagang dengan maksimal,imbuhnya.

ungkapnya lagi setelah bangunan pasar ini fungsional dan bisa tempati , para pedagang dapat di tata dengan rapi pada lokasi pasar. Harapnya tidak ada lagi pedagang yang menggelar barang daganganny di pinggir jalan … (SS).


No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*