4 Dari 5 Ekor Sapi Disikat Pencuri, Tersisa 1 Dikandang

4 Dari 5 Ekor Sapi Disikat Pencuri, Tersisa 1 Dikandang

 

LUMAJANG Gempurnews.com – Pencurian hewan ternak sapi di Lumajang masih marak terjadi. Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, Jawa Timur geram. Berbagai inovasi dan terobosan telah dilakukan guna mengurangi tingginya angka kriminalitas pencurian ternak di wilayah hukum setempat.

Berbagai terobosan terus dilakukan jajaran Polres Lumajang dengan bersinergi bersama masyarakat di antaranya pembangunan garasi ternak atau dikenal dengan “gaster”, penggunaan rantai sapi, pembentukan satuan petugas desa yang diinisiasi oleh Kapolres Lumajang AKPB Muhammad Arsal Sahban.

Namun meskipun begiitu, terobosan tersebut seakan tak di pedulikan oleh para maling sapi di Lumajang. Buktinya, pada Selasa (09/07/2019) kemarin masih terjadii pencurian hewan ternak sapi, kali ini menimpa Sumito (60) warga Dusun Krajan 2 Desa Sumberwrigin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang. 4 ekor sapi dalam kandang miliknya disikat semua dan hanya menyisakan 1 ekor sapi dari 5 ekor sapi yang ditempatkan dalam 1 kandang.

Seperti biasanya, setiap malam Sumito ke kandang untuk memberi makan, 5 ekor sapinya. Waktu itu dia melihat kelima sapinya masih ada. Dia tidak tahu kalau sapinya ternyata tinggal 1 ekor.
Sumito baru mengetahui pada Selasa paginya (sekitar pukul 04:00 WIB).

“Padahal sekitar jam12 malam saya datang kekandang untuk kasik makan. Lima ekor sapi masih ada semua. Paginya cuma tinggal 1 ekor”, ujar Sumito sedih.

Sumito langsung bergerak mencari sapi tersebut dengan dibantu oleh beberapa warga, namun sebelumya dia sudah menghubungi pihak Desa setempat.

“Ada ratusan orang yang membantu mencari sapi saya. Tadi saya sudah ngirim 125 bungkus nasi untuk makan warga yang membantu pencarian sapi. Kurang, saya kirim lagi”, ujarnya.

Dijelaskan, dari 4 ekor sapi yang raib, 3 ekor di antaranya sapi dia sendiri. Sedangkan 1 ekor lagi milik orang lain yang dia rawat. Dia mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

“Sapi ekor sapi bisa laku Rp 20 juta”, ungkapnya seraya berharap sapinya ditemukan kembali.

Sementara menurut keterangan warga, di waktu yang bersamaan malam itu, kawanan maling menyatroni rumah Rasyid, Dusun Krajan 2. Untungnya, pemilik rumah terbangun.

“Tadi malam di rumah Rasid 3 ekor sapinya sudah dikeluarkan dari kandang. Karena pemiliknya terbangun akhirnya si maling urung membawa kabur sapi-sapi itu,” ungkap warga setempat.

Kapolsek Klakah, AKP M. Sidik, SH, menyampaikan, pihaknya sudah berupaya mencari keberadaan sapi tersebut, namun belum berhasil ditemukan.

“Kita berupaya mencari nya, baik melalui dron maupun lidik lewat jejak sapi yang dibawa maling-maling itu. Kita kehilangan jejaknya. Diperkirakan, di Pertigaan Pasar Duren sapi sapi itu dinaikkan kendaraan”, ungkapnya. (F/RED)


No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*