Aktivis LSM Lira Menuding Dugaan Penyimpangan Penyaluran Dana BPNT

Aktivis LSM Lira Menuding Dugaan Penyimpangan Penyaluran Dana BPNT

 

PROBOLINGGO Gempurnews.com –
Pendistribusian BPNT ke PKM dituding aktivis LSM Lira Kabupaten Probolinggo sarat dengan penyimpangan.
Pasalnya, proses penyaluran dana progam BPNT yang langsung di transfer ke rekening PKM (kelompok penerima manfaat) sebesar Rp110.000/ bulan itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur.

Menurut mereka, pengambilannya di E WARUNG yang bekerjasama dengan bank BNI melalui cara gesek ATM, yang kemudian di tukar dengan beras atau telur sesuai nominal yang di kehendaki PKM, itulah awal munculnya dugaan penyimpangan itu. .

Mereka berpendapat, penyimpangan terjadi disebabkan dari kartu ATM BPNT yang dikumpulkan oleh perabot Desa dan kemudian diserahkan kepada pendamping BPNT.

“Seharusnya kartu ATMnya di masing masing peserta PKM,” kata Syahrul, salah seorang aktivis.

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, mereka melihat KPM mendapatkan beras 40 kg di bulan desember 2018 dan 20 kg beras di bulan mei 2019.

‘Seharusnya PKM mendapatkan beras atau telur sesuai nominal rupiah yang ada di ATM nya. Contohnya, jumlah beras kalau di hitung 10 kg/ bulan, maka itu artinya jumlahnya akan kurang 50 kg lagi,” tambahnya.

Masih kata Syahrul,
dari 300 lebih peserta BPNT hanya 36 peserta saja yang menerima.

“Berdasarkan itu kami laporkan ke Dinsos sampai dua kali ,” terangnya.

Dirinya mengaku mendapat info dari Dinsos, kalau di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, ada 117 peserta aktif BPNT. Ketika ditanyakan terkait dengan pencairan bantuan yang tidak semuanya belum tersalurkan, pihak Dinsos menjelaskan akan segera turun ke Desa Sapikerep esok untuk mengecek kebenaran informasi ini.

“Jadi mungkin besuk akan terima jawabnya, dan juga peserta PROGRAM PKH yang hampir sama masalahnya dengan BPNT,” ujar pihak Dinsos.

Aktivis LSM menuding pendamping dan TKSK PKH dan BPNT tidak melakukan sosialisasi ke peserta PKH dan BPNT. Mereka menduga penyebab terjadinya penyimpangan itu. (Syh)


No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*