Djarot : Sistem Ahok Tak Salah, yang Keliru SDM-nya

0
10

 

Jakarta, 03 Nopember 2019
Politisi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menuding sistem anggaran warisan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi penyebab munculnya beberapa anggaran janggal dalam APBD akhir-akhir ini.

Djarot menegaskan, sistem warisan Ahok, yakni e-budgeting sama sekali tidak salah. Yang keliru adalah sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sistem tersebut.

“Yang keliru itu SDM nya, bukan sistemnya. Sistemnya sudah baik, tinggal SDM nya yang perlu dibenahi,” kata Djarot kepada wartawan, usai rapat Komisi II di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Djarot menambahkan, hendaknya rancangan APBD DKI dibuka seluas-luasnya kepada publik. Karena semakin rancangan APBD ditutup, maka akan semakin ‘gelap’ dan tak terkontrol.

“Jadi DPRD DKI dan Pemprov kiranya transparan dalam membahas APBD, terima masukan dan kritik dari masyarakat. Tapi masyarakatnya juga tak perlu gaduh dan nyinyir,” ujar Djarot, yang merupakan mantan Wakil Gubernur pendamping Ahok ini.

Seperti diketahui, baru-baru ini, rancangan APBD DKI memang menjadi sorotan publik karena banyaknya anggaran yang janggal dengan besaran tak masuk akal. Anggaran pengadaan lem aibon oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI misalnya mencapai Rp 82,8 miliar dalam APBD DKI 2020.

Sebelumnya, anggaran Rp 5 miliar untuk membayar lima influencer pada tahun 2020 juga menghebohkan masyarakat

Setelah heboh di publk, Pemprov DKI pun langsung menghapus dan merevisi anggaran-anggaran tersebut. (Jen)