7 Bulan Menghilang, Sunyono Dikabarkan Dibunuh Istri

0
10
Musholla yang diduga menjadi tempat dikuburnya jasad Sunyono.
Musholla yang diduga menjadi tempat dikuburnya jasad Sunyono.

Jember, gempurnews.com – Sunyono, 51 warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, dikabarkan menghilang sejak 7 bulan yang lalu.

Awalnya, tidak ada yang mencurigai hilangnya Sunyono, karena selama ini dia sering hidup merantau.

Namun kini muncul kabar bahwa Sunyono hilang karena diduga dibunuh.

Kepala Dusun Joroju, Edi menceritakan bahwa Sunyono menikah dengan Busani, 45. Dari pernikahan itu, Sunyono dikaruniai beberapa orang anak salah satunya Bahar, 27. “Bahar ini pekerjaannya merantau ke Bali,” jelas Edi pada Minggu (03/11).

Edi juga menceritakan, pada hari Jumat (01/11) kemarin, dirinya didatangi Bahar yang baru pulang dari Bali.

Masih menurut Edi, saat itu, Bahar menceritakan obrolan dengan ibunya (Busani, red) kepada Edi.

“Malam jumat kemarin itu Bahar ini menelpon ibunya dan bercerita bahwa ibunya ini gak jadi nikah sama ‘J’ (menyebut nama seorang pria),” ungkap Edi.

Busani tak jadi menikah dengan J, karena istri J yang selama ini merantau ke Arab Saudi sudah pulang.

Setelah mendapat cerita itu, Bahar kemudian menanyakan kabar ayahnya, Sunyono, kepada Busani. “Tapi oleh Busani, Bahar diminta tidak usah tanya kabar ayahnya lagi, karena ayahnya sudah dibunuh oleh J,” ujar Edi.

Bahar pun kemudian terus mencecar pertanyaan kepada Busani kenapa ayahnya dibunuh.

“Katanya, waktu itu Busani ini tepergok bersama dengan J di rumahnya oleh Sunyono. Kemudian, Sunyono dibunuh dan dikubur di bawah lantai Mushola yang ada di dapur,” ujar Edi menceritakan pengakuan Bahar.

Mendengar pengakuan itu, Edi kemudian melaporkannya ke Polisi.

Usai menerima laporan, Polisi langsung datang ke lokasi. “Lantai mushola itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain ditemukan di lokasi mushola yang dibongkar itu,” ujar Edi.

Selain itu, 3 orang yakni Busani, Bahar dan J, sudah diamankan di Mapolsek Ledokombo.

Kapolsek Ledokombo, AKP Wardoyo, belum bisa memberikan keterangan banyak perihal kejadian tersebut. Namun pihaknya membenarkan telah melakukan pembongkaran lantai mushola.

“Masih lidik. Pembongkaran tadi sudah selesai,” ujar Wardoyo.

Saat ditanya apakah ada temuan mayat dalam pembongkaran itu, Wardoyo berkilah masih dalam penyelidikan.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Jember dan Tim Forensik Polda Jatim. “Dari pembongkaran itu kita hanya temukan kain, kain sarung. Tunggu tim inafis dulu,” pungkas Wardoyo. (her)