Puluhan warga Banjarsari Unjukrasa , Tuntut Transparansi Penggunaan DD/DD

0
16

 

Malang, Gempurnews.com- Puluhan warga desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, melakukan unjukrasa di depan Pendopo Kabupaten Malang (7/11/2019)

Para pengunjuk rasa berkumpul di jalan Panji tepatnya depan Kantor Pengadilan Negeri dan melakukan longmarch menuju Pendopo.
Dalam orasinya para pengunjuk rasa beberapa poin di antaranya menyangkut pengelolaan dana DD dan ADD dan beberapa permasalahan yang ada di desanya.

Sebelum melakukan orasi para pengunjuk rasa terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Maju Tak Gentar.

Salah satu perwakilan warga Arif Samsudi, menyampaikan jika dalam tahun 2017 dan 2018 terdapat kerugian uang negara sebesar .330 juta rupiah lebih di anggaran DD/ADD. Di kàtakan jika saat itu kepala desa Balesari, Hj. Siti Muawanah sudah mendapat teguran dari Bupati Malang untuk segera mengembalikan dana tersebut dalam waktu sepuluh hari, jika tidak akan di proses secara hukum.

Di sampaikan lebih lanjut jika info yang di dapat, penyidik kesulitan memeriksa saksi ahli dalam hal ini Inspektorat, di karenakan harus ijin Bupati.

“Dengan data dan fakta yang ada saya berharap aparat bisa bersinergi dan bergerak cepat, sehingga tidak menimbulkan masalah di desa kami” ungkapnya

Imam Aspal kordinator aksi menuturkan jika permasalahan di desanya di anggap sangat komplek, mulai dari penggunaan dana DD/ADD dan kualitas proyek yang ada di desanya terkesan amburadul. “Masak proyek masih berumur dua bulan sudah retak retak mas, ini kan sangat merugikan masyarakat karena uang yang di pakai membangun juga uang negara yang berasal dari rakyat” sesalnya.

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti, SH,M.Si menyampaikan jkka warga Banjarsari sudah tiga kali mengadu, tetapi belum pernah ketemu langsung , di sampaikan karena ada tugas yang tidak bisa di tinggalkan, serta akan segera menurunkan tim ke desa.

“Saya mohon maaf baru sekarang bisa ketemu bapak bapak karena tugas yang tidak bisa saya tinggalkan, dan saya segera menurunkan tim ke desa untuk melakukan cek administrasi maupun fisik” janji bu diyah panggilan akrabnya(Ivan)