Menlu Retno Marsudi: Pemerintah Korsel Dorong Investasi Ke Indonesia

0
28

Jakarta, 29 Nopember 2019
Mengenai pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Korsel Moon Jae-in, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, kalau dilihat secara keseluruhan pembicaraan antara kedua presiden dalam situasi dunia yang tidak begitu baik saat ini, tetapi hasil dari pertemuan tersebut sangat baik, di Hotel Lotte, Busan, Korsel, Senin (25/11) malam.

“Kenapa sangat baik? Karena pertama, di tengah orang bicara masalah proteksionisme dan sebagainya maka Indonesia dan Korea berhasil menyelesaikan negosiasi Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA).

Jadi, tadi ditandatangani oleh Pak Menteri Perdagangan itu adalah deklarasi selesainya negosiasi IK CEPA,” jelas Menlu seraya menambahkan, kedua presiden sepakat bahwa IK CEPA akan ditandatangani pada awal 2020. Adapun dari sisi investasi, menurut Menlu, telah dibahas beberapa investasi dari sisi swasta.

Tetapi dari sisi pemerintah adalah komitmen pemerintah Korea untuk terus mendorong investasi Korea untuk masuk ke Indonesia. “Salah satu yang besar yang besok akan dikunjungi Bapak Presiden adalah tentunya Hyundai dan ini merupakan satu yang baru tetapi cukup besar dan mudah-mudahan akan terus berkembang,” sambung Menlu.

Pada intinya, lanjut Menlu, kerja sama tersebut mengatur beberapa bidang kerja sama antara lain pembangunan kota dalam perspektif kewilayahan kemudian perencanaan dan perancangan kota, pembangunan di bidang pekerjaan umum dan perumahan termasuk rekayasa konstruksi, teknologi, dan manajemen yang menyangkut jalan, jembatan, air bersih, air baku, bendungan pengendalian, banjir, air minum, sistem drainase, persampahan, air limbah domestik, perumahan, dan gedung.

Sementara terkait dengan pengembangan atau persiapan relokasi ibu kota, menurut Menlu, telah ditandatangani kerjasama oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan mitranya.

Bentuk kerja samanya, menurut Menlu, antara lain bentuk current informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan, san teknologi, penugasan tenaga ahli, peningkatan kapasitas dan juga kerja sama-kerja sama teknis dan disepakati kedua belah pihak.