Risma Rasakan Jadi Korban Gangguan Penyakit Nonmedis

0
17

 

SURABAYA Gempurnews.com — Acara Awarding Surabaya Smart City (SSC) 2019 pekan lalu diselimuti misteri masih membekas.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkap dirinya merasakan menjadi korban gangguan ‘penyakit nonmedis. Hal Itu diberitahukan Wali Kota Risma saat memberi sambutan pada acara SSC di Taman Surya pada Sabtu (7/12/2019) malam.

“Mohon maaf saya tidak bisa mengikuti awarding sampai selesai, karena saya harus berobat walau sesungguhnya dari hasil pemeriksaan dokter saya tidak sakit namun sepertinya ada yang tidak suka dengan saya,” kata Wali Kota Risma saat itu.

Wali Kota Risma saat itu kembali mohon maaf karena harus meninggalkan lokasi harus berobat. “Karena setelah ini saya mau berangkat berobat. Malam ini mohon maaf ya bapak ibu sekalian. Saya malam ini harus berangkat,” kata Wali Kota Risma saat memberikan sambutan.
Dan entah bagaimana ceritanya,

Tiba tiba lampu panggung mendadak padam waktu itu, termasuk mikrophone yang dipakai Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga tidak berfungsi. Suasana pun mendadak hening serta gelap gulita.

Dengan menggunakan megaphone, Wali Kota Risma melanjutkan sambutan. Hingga usai sambutan, lampu panggung pun belum juga menyala.

Doa keselamatan dan kesehatan bagi wali kota itu pun mengalir. “Semoga Bu Risma sehat selalu, Aamiin,” kata Ahong, pembawa acara SSC 2019 pun memandu peserta untuk membaca Surat Al Fatihah.

Saat memberikan sambutan, Wali Kota Risma banyak mengumbar pujian untuk warga kota yang telah ikut menjaga kebersihan.

“Padahal kegiatan yang sangat luar biasa dan saya percaya Tuhan pasti meridhoinya. Kalau disampaikan bahwa kebersihan itu iman, maka apa yang bapak ibu lakukan itu adalah pahala,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan apa yang dilakukan warga Surabaya luar biasa. “Karena itu nanti saya kepikiran bikin Museum Lingkungan di Surabaya,” ungkapnya.

“Saya berpikir karena sayang sekali tidak bisa dilihat anak cucu kita kelak. Bapak ibu sekalian juga lakukan hal yang luar biasa. Jadi nanti dimasukkan ke museum tidak hanya anak cucu kita tapi juga tamu-tamu dari luar negeri bisa lihat proses yang dilakukan Surabaya ini,” tambahnya.

Ia meneruskan, pohon itu akan mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas makhluk hidup. “Kalau kita mati, saya mati dan saya tanam pohon dan keluarkan oksigen tentunya pahala itu tidak pernah lepas dari kita semua,” masih kata Risma.

“Oleh karena itu itu kita tambah terus pahala-pahala kita dan jaga kota ini. Kenapa kita bisa jaga Surabaya. Surabaya di daerah utara hanya 3 meter dari permukaan laut. Di tengah kota hanya 5 meter. Tapi kenapa kita bisa menjaga. Karena warganya luar biasa yang mengerti tentang lingkungan,” tambahnya.

Ia menegaskan, Smart City itu ada 6 kategori yaitu manusianya yang cerdas, lingkungan yang cerdas, transportasi yang cerdas, ada kehidupan yang cerdas, pendidikan yang cerdas, dan kota yang menggunakan teknologi.

“Jadi bapak ibu sekalian smart city itu bukan hanya teknologi tapi bagaimana warga Surabaya yang smart, warga yang cerdas dan memanfaatkan yang cerdas. Sudah tiga tahun ini kita tertinggi di Indonesia. Ini artinya warga Surabaya betul-betul cerdas karena itu ayo bapak ibu sekalian demi anak cucu kita,” ajaknya.

Wali Kota Risma yakin bahwa warga Surabaya luar biasa. “Sekali lagi atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih yang besar dan banyak. Saya nggak tahu besarnya seberapa karena nggak terhingga. Bapak ibu sekalian melakukan program yang tidak ada di dunia ini. Warga Surabaya cerdas. Kalau orang bule tahu ini maka akan terheran-heran,” tandasnya. (S)