Kekeringan Ekstrim Akibatkan Ketiadaan Pakan Ternak, Puluhan Sapi di NTT Mati

0
101

 

NTT Gempurnews.com – Akibat dilanda kekeringan ekstrem, puluhan ekor sapi milik warga Desa Bainuan, Kecamatan Insana Fafi Nesu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati pada Sabtu-Senin, 4-6 Januari 2020.

Sekretaris Desa Bainuan Martinus Manbait, mengatakan ada sekitar 80 ekor sapi milik peternak mati. “Kasus kematian ternak ini terjadi secara sporadis, karena ketiadaan pakan,” kata Bainuan, dilansir Antara.

Ia mengatakan kematian ternak tersebut pada umumnya terjadi di kandang dan padang pengembalaan yang kondisi pakan ternaknya terbatas.

Menurut dia, sejak daerah itu dilanda kekeringan, pakan ternak pun terbatas dan sumber air minum untuk kebutuhan ternak juga kering. Bahkan, lanjut dia, empat embung yang dibangun pemerintah desa sebagai sumber air bersih untuk ternak juga mengalami kekeringan.

“Semua sumber air untuk ternak mengering termasuk empat embung yang dibangun dengan dana desa juga mengering, sehingga terjadi krisis air untuk kebutuhan ternak. Hujan baru mengguyur desa ini selama tiga hari belakang ini,” kata Martinus.

Sementara itu, Lambertus Tanmeno (50) salah seorang peternak di Desa Bainuan mengaku 20 ekor sapi miliknya mati mengenaskan, setelah puluhan ekor sapi itu mengkonsumsi air di lokasi sumber air Oe Faut yang kondisinya berlumpur.

“Setelah puluhan ekor sapi minum air di lokasi sumber air Oe Faut, dua ekor langsung jatuh, sedangkan 18 ekor mati sekaligus. Kondisi air di lokasi itu sudah keruh dan hampir mengering,” ujarnya.

Ia mengatakan puluhan ekor sapi yang mati mengenaskan itu ada yang dikuburkan serta sebagian dipotong untuk dikonsumsi warga setempat.

Reporter :Akhmad Mundzirul Awwal