1 Jasad Siswa SMPN 5 Sidoarjo Tenggelam di Kali Pucang Ditemukan Lagi,

1 Jasad Siswa SMPN 5 Sidoarjo Tenggelam di Kali Pucang Ditemukan Lagi,

Sidoarjo, Gempurnews – Satu lagi jasad Siswa SMPN 5 Sidoarjo yang tenggelam di Kali Pucang ditemukan tim gabungan pada Kamis, 13 feb 2020. atas nama Rully Kurniawan.

Jasad Rully Kurniawan ditemukan di dekat jembatan Bluru Kidul sekira pukul 09.45 WIB. Bocah 13 tahun ini kondisinya sudah kaku dan tidak bernyawa.

Saat ditemukan, dia masih mengenakan batik seragam sekolahnya. Kini, tim gabungan tinggal menyisakan satu pekerjan mencari teman Rully, yakni Divaldi yang juga satu sekolah.

Penemuan jasad Rully setelah tim gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan manuver perahu karet.

Sebelumnya, pada Rabu, 12 feb 2020, tim gabungan menemukan jasad Aan Much Achsan sekira pukul 20.00 WIB.

Sejumlah warga mengevakuasi satu dari tiga siswa SMP yang tenggelam di Kali Pucang Sidoarjo, Rabu, 12 feb 2020 malam.

Sama dengan Rully, jasad Aan ditemukan juga masih mengenakan batik seragam sekolah.
Pelajar SMP 5 itu kondisi lemas dan sudah tidak bernyawa.

Pencarian berlanjut sampai Kamis dinihari.
Namun, sekira pukul 01.30 WIB, pencarian dihentikan.

Tim gabungan melanjutkan pencarian siswa tenggelam itu terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan, Kamis, 13 feb 2020.

Warga juga terus ikut berusaha membantu melakukan pencarian terhadap siswa SMPN 5 Sidoarjo yang tenggelam di sungai ketika berenang di sana, Rabu sore kemarin.

Menurut Adhiar, Koordinator tim dari Basarnas Surabaya hari kedua pencarian korban tenggelam menerjunkan lima perahu karet, dengan melibatkan 50 personel yang terdiri dari Basarnas, BPBD Sidoarjo, BPBD Provinsi, Tagana, RAPI, relawan serta dibantu warga.

“Kami terus menyisir setiap sudut sungai. Semoga hari ini semua korban bisa ditemukan,” kata dia.

Satu korban tenggelam di Kali Pucang Kabupaten Sidoarjo kembali ditemukan, Kamis, 13 feb 2020.

Sebelumnya, tiga siswa SMP 5 Sidoarjo tenggelam di sungai Pucang, masuk wilayah Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo Kota, Rabu, 12 feb 2020 sore.

Hingga Rabu malam 1 dari tiga siswa SMP 5 Sidoarjo ditemukan tewas diduga terseret arus air menuju laut.

Satu korban tenggelam lainnya belum ditemukan. Korban yang tenggelam adalah Aan Nuch Hasan (13) (pelajar SMP 5) asal Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo.

Moch Rully Kurniawan (13), juga siswa SMP 5 Sidoarjo tinggal di Jalan Kartini, Kelurahan Sidokumpul, Sidoarjo dan Dafaldi (13) juga siswa SMP5 tinggal di Jalan Kartini.

Sementara teman korban yang ikut berenang tapi tidak tenggelam, diketahui bernama Deni Arianto, Salva, dan Nur Aliansyah. Mereka yang sempat meminta tolong ke warga saat teman-temannya tenggelam.

Informasinya, ada sejumlah siswa SMP itu mandi di sungai sepulang sekolah. Sekira pukul 15.30 WIB satu anak tenggelam, kemudian dua lainnya berusaha menolong tapi malah tenggelam.

Sampai saat ini, tinggal satu korban belum ditemukan. Sejumlah warga, Tim SAR, dan sejumlah pihak masih terus melakukan pencarian

Menurut beberapa warga, sebelum korban hilang terbawa arus, tiga bocah yang tenggelam itu sempat terlihat tangan dan kepalanya.

“Sudah terbawa arus, tapi sempat terlihat. Warga sempat berusaha menyelam dan berenang untuk menolong. Tapi arus cukup kuat lalu hilang,” kata Imron, warga setempat.

Diceritakannya, awalnya ada lima anak bermain di sungai. Mereka berenang di sungai yang arusnya sedang deras itu. Tiba-tiba satu anak terbawa arus sungai, dua lainnya berusaha menolong. Malah tiga-tiganya tenggelam terbawa arus sungai. Sementara dua anak lain selamat.” Ujar Imron

“Mereka anak-anak SMP. Sepertinya pulang sekolah langsung main di sungai,” sambungnya.

Sementara itu, upaya pencarian terhadap tiga bocah yang tenggelam di Kali Pucang, Sidoarjo masih terus dilakukan hingga petang.

Mereka bergantian mencebur ke sungai untuk mencari tiga anak yang tenggelam. Selain berenang menyisir sungai, mereka juga memasang tali melintang.

“Pencarian sudah sejak tadi. Setelah tahu ada anak yang tenggelam,” kata Agung Firmansyah, warga setempat.

Kejadian itu baru diketahui warga sekira pukul 15.00 WIB. Ketika itu Agung melihat empat anak di pinggir sungai teriak minta tolong.

Setelah ditanya, anak-anak itu bilang ada tiga temannya yang tenggelam.

“Empat di atas, tiga lain tenggelam. Sempat ada satu terlihat tangan dan kepalanya, tapi dikejar oleh warga tidak berhasil,” urai Agung yang juga ikut mencebur mencari korban.

Ketika itu, warga beramai-ramai mencebur ke sungai mencari para korban. Sampai sekira satu jam, tidak membuahkan hasil. Tiga bocah yang dicari sudah tidak terlihat.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, hingga malam kemarin upaya pencarian tiga siswa SMP 5 yang tenggelam di Kali Pucang Sidoarjo masih terus berlangsung.

Selain berenang menyisir sekitar lokasi, petugas juga memasang jaring di lokasi yang mengarah ke laut.

“Sebagai antisipasi, perangkat desa dan para nelayan di Ketingan sudah kami hubungi dan kami minta memasang jaring di sana.

Jika korban terbawa ke sana, bisa tersangkut,” kata Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Supiyan di lokasi kejadian. Kenapa terlalu jauh, karena jika dipasang jaring di sekitar lokasi dikhawatirkan jebol.

“Arus air sangat kencang. Tentu jebol jika jaring dipasang di sekitar sini,” lanjutnya.

Pencarian yang terus dilakukan warga dengan berenang dan mengubek-ubek sungai membuahkan hasil.

Rabu, 12 feb 2020 pukul 20.00 WIB, satu dari tiga siswa SMP yang tenggelam di Kali Pucang ditemukan.

Saat diangkat, bocah 13 tahun itu masih dalam posisi mengenakan celana dan baju batik, seragamnya sekolah.

Dia langsung diangkat beramai-ramai oleh warga. Siswa itu ditemukan di dekat jembatan kayu, beberapa puluh meter dari lokasinya tenggelam.

Saat diangkat, kondisinya sudah lemas.

Warga tidak berani memastikan, apakah bocah yang ditemukan itu masih hidup atau sudah tidak bernyawa. Dia langsung dimasukkan ke dalam ambulans yang sejak sore standby di sana. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dari baju yang dikenakan, ada tulisan Mohamad Aksan. Diduga, korban ini adalah Aan Much Ahsan, bocah 13 tahun asal Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo. Dia pelajar SMP 5 Sidoarjo.

Setelah satu ditemukan, berarti masih ada dua korban tenggelam yang tersisa. Mereka adalah Moch Rully Kurniawan, juga siswa SMP5 Sidoarjo. Remaja 13 tahun ini tinggal di Jl Kartini, Kelurahan Sidokumpul, Sidoarjo.

Satu lagi ada Dafaldi, remaja 13 tahun juga siswa SMP5 yang tinggal di Jalan Kartini.( yuli )


Related Articles

Hari Kartini, Siswa SMK Unjuk Karya Wujudkan Kemandirian Kerja

Lumajang Gempurnews.com “Fashion Runaway dan Exhibition 2019” menyambut Hari Kartini digelar SMKN 2 Lumajang bersamaan “Car Free Night” di Sportcentre,

Sesuai Juknis APBDES Desa  Trinsing Berbenah Di Segi Infrastruktur Demi Kemajuan Desa

  Sesuai APBDES Tahun 2019 pemerintah desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Kalteng.Berbenah demi kemajuan dengan motto kita

HUT Kabupaten Barito Utara Ke 69 Tahun 2019 Wujudkan Masyarakat Religius Mandiri Dan Sejahtera

  Barito Utara.Gempurnews-Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Barto Utara ke 69,inspektur upacara Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.sebagai komandan upacara Lurah Lanjas