Inspektorat Audit Ulang Kasus Siltap Dan Pemberhentian Perangkat Desa

0
57

 

Probolinggo, Gempurnews.com- Dugaan penggelapan siltap dan pemberhentian perangkat desa diwilayah kecamatan Kotaanyar masih berbuntut panjang, pasalnya pihak LSM PCPM Nusantara merasa tidak puas terhadap hasil audit sebelumnya yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Probolinggo.

sehingga ia melayangkan surat permohonan sanggahan pada Kejaksaan Negeri Kraksaan dengan nomor surat : pcpmn-LPTK/1811.02/ A/ II/ 2020 terkait tentang permohonan sinkronisasi hasil audit inspektorat dengan LKPJ dan APBDESA terhitung dari tahun anggaran 2016-2018 ditiga Desa diantaranya Desa Pasembon, Desa Sukorejo dan Desa Talkandang yang ditembuskan kebeberapa Instansi Pemerintah diantaranya BPK Propinsi Jawa Timur.

Dari tembusan surat yang disampaikan oleh Ketua Umum PCPM Nusantara mendapat respon positif dari BPK Propinsi Jawa Timur, hingga meminta Pihak Inspektorat Kabupaten Probolinggo untuk mengaudit kembali kasus tersebut hingga pelaksanaannya benar benar independen dan dapat diterima oleh semua pihak.

Pelaksanaan auditpun digelar di Pendopo Kecamatan Kotaanyar terhitung dari 21 Pebruari 2020 sampai dengan selesai yang dipimpin langsung oleh Ir.Ahsan unas,M.Si, dengan mengundang beberapa pihak terkait diantaranya Kepala Desa dan Perangkat desa terkait serta disaksikan oleh Camat Kotaanyar dan beberapa tokoh masyarakat.

Dalam pelaksanaan audit terkesan menarik hingga berujung sumpah dengan menggunakan Kitab suci Alquraan untuk memastikan kebenaran yang disampaikan oleh pihak terlapor dan perangkat Desa selaku korban.

Sementara Ketua umum PCPM Nusantara Adianto, menyampaikan banyak terimakasihnya kepada semua pihak terkait, terutama Inspektorat Kabupaten Probolinggo atas pelaksanaan audit yang digelar secara terbuka.

Selaku pelapor masih kata Adian, masih belum bisa banyak komentar karena jadwal pemeriksaan dirinya masih hari senin 24 pebruari 2020 di Kantor Inspektorat Kabupaten Probolinggo.

” masih ada beberapa point yang harus saya sampaikan bersama Tim ahli/Tim Investigasi kami dilapangan terkait dengan kasus ini mas,” ungkapnya saat dikonfirmasi dipendopo Kecamatan Kotaanyar.

Sementara Masgito dkk merasa senang dengan pelaksanaan audit ini karena banyak kejanggalan yang dapat diungkap, diantara munculnya surat pengunduran diri palsu yang jelas jelas merugikan pihaknya selaku perangkat desa Pasembon.

Juga Slamet Arif dkk selaku mantan perangkat desa Sukorejo, menyampaikan gembira, dengan adanya audit ulang ini sisa siltapnya akhirnya akan dikembalikan oleh Pemerintah Desa dan pihak Inspektorat sudah menjamin. ” Saya merasa senang mas dengan audit ulang ini hak hak kami akan terpenuhi,” ujar Slamet.

Pihak Inspektorat Ir.Ahsan Unas, M.Si menyampaikan, bahwa pemeriksaan di dua Desa sudah hampir selesai, tinggal Desa pasembon kita lanjutkan pemeriksaannya selasa Depan,” pungkasnya.( ali)