Penggerak Pariwisata Pancer Banyuwangi Khawatirkan Dampak Aksi Demo

0
11

BANYUWANGI Gempurnews.com -Penggerak pariwisata kawasan pesisir Pancer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengkhawatirkan adanya dampak dari aksi masyarakat yang pro dan kontra soal izin kegiatan penambangan emas di Dusun Pancer, Kecamatan Pesanggrahan Kabupaten Banyuwangi.

Pro-kontra soal tambang emas yang muncul beberapa waktu lalu itu di nilai berpotensi merugikan pariwisata Pancer. Pasalnya, sektor pariwisata di Pancer sedang berkembang dan membutuhkan situasi kondusif agar semakin dilirik wisatawan. Hal ini dalam rangka menanggapi aksi sekelompok orang di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya beberapa hari terakhir yang menolak kegiatan tambang emas di Dusun Pancer, dilansir dari Antara.

Pro dan kontra soal izin kegiatan pertambangan emas yang dilakukan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI) terus bergulir.

Menurut salah satu warga Dusun Pancer, Prasetyo aksi penolakan tambang emas itu dimanfaatkan beberapa oknum untuk memperkeruh kondisi. Demo di depan Kantor Gubernur Jawa Timur yang mengatasnamakan aksi warga Pancer itu dilakukan aktivis dan peserta demo yang tidak diketahui asal usulnya.

“Kami mohon Ibu Gubernur tidak terkecoh. Mayoritas warga Pancer tidak setuju dengan demo tersebut. Ini mencederai komunikasi baik yang sudah terjalin di antara kami dan segelintir orang tersebut sudah mengecoh lembaga-lembaga dengan membawa-bawa nama desa kami,” ujar Prasetyo.

Secara tegas, tambah Prasetyo, warga Dusun Pancer meminta para pelaku demo itu untuk menunjukkan jati diri kalau benar-benar warga Pancer. “Ayo kita cek KTP-nya, apa benar dan berapa banyak warga Pancer yang ikut demo itu,” tambahnya.

“Warga Pancer ada ribuan, kalau ada segelintir yang mungkin memang masih belum sepakat soal tambang emas, silakan saja demo, itu haknya. Tapi, jangan mengatasnamakan warga dusun kami,” ujar Sundik, warga Pancer yang juga Ketua Karang Taruna ini.

Dikonfirmasi terpisah, Corporate Communication Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik mengatakan, pihaknya siap berdiolag dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik terkait masalah yang muncul, tanpa ada konflik, sebagaimana diberitakan liputan 6.com (23/2/20).

“Mari duduk bersama dan memberikan masukan kepada kami. Setiap kritikan kami terima sebagai masukan untuk bahan perbaikan. Kami sangat membuka diri untuk sebuah dialog dengan siapa saja demi kebaikan bersama agar kegiatan penambangan di Dusun Pancer tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya. (**)