Aparat TNI/Polri akan Bubarkan Kerumunan

0
21
Kapolda Jatim dalam konferensi pers / foto ist

Surabaya, gempurnews.com – Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (23/3/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan, aparat TNI dan Polri akan membubarkan kerumunan orang tanpa terkecuali. Termasuk di semua tempat hiburan malam. Tindakan tegas ini dilakukan untuk memutus mata penyebaran COVID-19.
“TNI dan Polri akan melakukan tindakan represif berupa pembubaran tempat-tempat hiburan yang banyak dikunjungi massa untuk mencegah penyebaran virus corona,” tegas Luki dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (23/3/2020).
Selain tempat hiburan malam, aparat TNI/Polri juga akan membubarkan kerumunan orang di tempat-tempat nongkrong lainnya, seperti kafe dan warung kopi.
“Tadi Kapolres-Kapolres sudah saya instruksikan untuk melakukan hal yang sama di tempat-tempat hiburan, warnet-warnet, warung-warung dan tempat lainnya,” tegas Luki.
Kapolda juga menegaskan, kebijakan ini tidak terkecuali apabila ada anggota TNI/Polri yang menjadi bagian kerumunan itu baik di tempat hiburan atau lainnya.
“Kami bersama Pangdam V Brawijaya sepakat melakukan ini. Baik nanti di lapangan ada anggota Polri maupun TNI, tanpa pengecualian akan ditertibkan juga. Kita minta kembali ke rumah masing masing,” katanya.
Tindakan lebih tegas, bukan sekadar penyuluhan ini dilakukan aparat mengacu pada Maklumat Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Idham Aziz bernomor Mak/2/III/2020 yang di antaranya berisi peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kehadiran banyak orang dan berpotensi menjadi ruang penyebaran Covid-19.
Luki mengungkapkan, jika diperlukan, ke depan tindakan represif akan dikedepankan, bukan lagi sekedar penyuluhan.
“Kami sudah ada dasar hukumnya,” ujarnya.
Sebelumnya Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Gubernur Jatim, Sekdaprov melakukan video conference dengan Bupati/Wali Kota serta Polres dan Kodim di daerah.
Dalam kebijakan ini, Kapolda menegaskan tidak menerapkan jam malam. Tapi membubarkan seluruh kegiatan berkumpul orang banyak.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengimbau agar seluruh kegiatan pesta pernikahan ditunda dulu.
“Kalau memang tidak bisa ditunda, pastikan interaksi antar manusia di dalam perayaan akad nikah berjarak minimal 1 meter,” katanya. (yul)