Cak Nur Pastikan Penggali Makam Tak Tertular Corona

0
23
Nur Ahmad Syaifuddin, Plt Bupati Sidoarjo(foto yuli)

Sidoarjo, Gempur News – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dan kemudian perkembangan sepekan terpapar positif Covid-19 asal Sedati, meninggal dunia, Rabu, 25 maret 2020.

Pasien yang terpapar tersebut sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit swasta di Sidoarjo.

Pasien positif Covid-19 ini sebelumnya sudah menjalani perawatan pada pekan lalu. Anaknya juga menjalani pemeriksaan di rumah sakit, namun esoknya pulang.

Kemudian disusul oleh korban yang dinyatakan PDP dan sampai tahap terpapar positif Covid-19 dan meninggal malam tadi.

“Anaknya pernah periksa katanya tidak apa, terus pulang ke rumah. Setelah anaknya pulang, bapaknya masuk rumah sakit pekan lalu itu,” kata satpam perumahan tempat tinggal korban.

Sumber itu menjelaskan, pasien Covid-19 yang meninggal punya riwayat penyakit diabetes. Pekan lalu masih dalam taraf PDP dan kemarin dinyatakan positif dan meninggal dunia.

Malam tadi, lanjut pria yang enggan namanya disebutkan itu, isteri dan anak korban yang pernah periksa, juga dievakuasi atau dijemput oleh pihak RSUD Sidoarjo.

“Isteri dan anaknya diduga melakukan kontak erat dengan pasien. Satu rumah itu dihuni bapak ibu dan anak,” terangnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji membenarkan adanya pasien terpapar Covid-19 asal Sidoarjo yang meninggal dunia.

Plt.Bupati sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang akrab dipanggil Cak Nur juga hadir dipemakaman Makam Delta Proloyo kamis, 26 maret 2020. dini hari 03,40 wib untuk meyakinkan Penggali kubur mau menggali kubur dan menurunkan peti jenasah korban corona memastikan tidak akan tertular Corona (COVID-19).

“saya terjun ini tidak lain agar meyakinkan bapak-bapak penggali yang awalnya tidak mau menurunkan peti mati yang meninggalnya kembali, saya memberikan kepastian, keyakinan, bawasannya semua prosedurnya sudah bagus jadi aman semua dilapisi dengan plastik dan sebagai beberapa lapis lalu dipakai peti mati agar tidak ragu jadi saya ikut bersama-sama menguburnya,” himbau Cak Nur
(yul)