Badai PHK Ditengah Wabah Corona

0
105

Km — Biasanya, peringatan Hari Buruh ditandai dengan kaum buruh di kota-kota di seluruh dunia bergerak melakukan demonstrasi besar besaran, menuntut hak dan kondisi kerja yang lebih baik.

Tahun ini berbeda, penutupan wilayah di banyak negara membuat para demonstran terpaksa tinggal di rumah. Tak sedikit para demonstran mengurungkan niatnya untuk turun ke jalan. Virus corona telah berhasil menggagalkan niatan mereka melakukan aksi.

Sementara itu, Serikat pekerja batal demo hari ini. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan memperingati Hari Buruh tanpa turun ke jalan pada 1 Mei 2020. Alasannya karena wabah corona.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan para buruh akan melakukan kegiatan seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu buruh terdampak wabah COVID-19 pada peringatan Hari Buruh tahun ini.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan hingga 19 April 2020 lalu setidaknya ada 1,94 juta pekerja dari 114.340 perusahaan yang sudah dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) gara-gara virus Corona.

Ditambah lagi, banyak di antara para pekerja tersebut yang sudah tidak digaji lagi atau dipotong gaji hingga setengahnya, THR ditangguhkan sampai batas waktu yang tak pasti. Selain itu, bagi yang di-PHK tidak mendapat pesangon.

Meskipun begitu, para serikat buruh sepakat tetap menggelar kampanye lewat media sosial untuk menuntut hak-hak buruh yang ‘diabaikan’ selama pandemi. (**/red)