Demi Kebutuhan Hidup, 2 Bocah Asal Cianjur Mengais Rejeki ke Cimahi Saat ‘Liburan Sekolah’

0
11

Saat gerimis membasahi jalan Amir Machmud Kota Cimahi, dari tempat berteduh di pinggir jalan, mata ini tertuju pada dua orang bocah, lelaki dan perempuan berpakaian lusuh.

Dengan wajah ceria, kedua bocah yang bernama Angga dan Bunga, menikmati guyuran hujan sambil memainkan pandangannya menatap setiap sudut jalan yang mereka lalui untuk mencari botol atau gelas plastik bekas kemasan minuman.

Plastik bekas kemasan minuman? Ya.. tangan-tangan mungil mereka akan sigap memungut botol atau gelas plastik yang ditemukannya.

Bagi banyak orang, bekas kemasan minuman adalah sampah, tapi tidak bagi mereka berdua.

Tapi, bagi Angga dan Bunga, plastik bekas minuman kemasan itu adalah pundi-pundi penghasilan yang bisa menyambung penghidupan untuk mengejar cita-cita.

Tak peduli dengan guyuran hujan yang membasahi tubuh, mereka tetap ceria memungut botol plastik yang ditemukan.

Gempur News yang sedari awal memperhatikan kedua bocah tersebut menghampiri mereka dan mengajaknya berteduh di depan sebuah toko.

Saat ditanya asal mereka, “Kota Cianjur,” jawab kedua bocah itu hampir bersamaan.

Sekolah dimana? “kelas 2 SD di Cianjur,” jawab Bunga.

“Saya kelas 3. SD-nya sama dengan Bunga,” timpal Angga.

“Dari Kota Cianjur?”

“Di sini (Kota Cimahi) kamu tinggal dimana dan bersama siapa?”

“Saya datang ke Cimahi ini bersama ayah dan ibu. Kami tinggal di emperan toko yang ada di sekitar alun-alun Cimahi,” jawab mereka.

Jawaban lugu mereka sungguh yang menyayat hati.

Lantas mereka pun bercerita jika kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan liburan sekolah.

Liburan sekolah? Bukankah peliburan sekolah saat ini untuk membatasi kegiatan sosial dalam memutus mata rantai virus Corona?

Sungguh mencengangkan ketika mereka mengatakan kalau hasil dari memulung akan digunakan untuk membeli seragam sekolah.

Angga pun lantas bercerita, setiap hari seluruh keluarga mereka mencari barang bekas untuk dijual kepada pengepul barang bekas.

Lantas, berapa penghasilan yang didapat setiap harinya?

Dengan lugu, Angga menjawab “Bisa sampai 100 ribu terutama bila banyak warga yang memberi kami barang bekas dan uang”.

Sungguh penghasilan yang cukup besar bagi anak seusia mereka.

Namun, ada sesuatu yang terbuang dari kehidupan mereka. Ya.. mereka kehilangan masa-masa untuk bermain dan belajar.

Masa-masa indah mereka tergerus dalam kegiatan orang dewasa dalam memenuhi kebutuhan.

Tak dapat dipungkiri, inilah realita yang ada ditengah masyarakat. Kondisi sulit yang dialami mereka pun akan semakin menyesakkan dada saat pandemi Covid-19 menyerang dan melumpuhkan berbagai sektor perekonomian bangsa ini.

Namun, demi keberlangsungan hidup, anak-anak pun harus bekerja, membantu orang tuanya untuk menutupi kebutuhan hidup.

Penulis: Achmad Syafei