Kades Bendotretek; Haramkan Bantuan Sembako Dari Pemkab Di Perjual Belikan

0
22

 

SIDOARJO — Bantuan Sembako dari pemkab di Desa Bendotretek Kecamatan Prambon, di perjual belikan, bermula dari Tia selaku bu RT 03 RW.02 membeli sembako dari bu temas dan dijual lagi ke warga atas nama bu sulasah,

Kemudian sulasah warga RT.03 RW.02 membawa sembako bantuan dari pemkab hasil pembeliannya, yang kebetulan yang bersangkutan juga mendapat bantuan dari BLT-DD sebesar 600 ribu.

Akan tetapi Sulasah menjelaskan tidak mendapatkan bantuan sembako dari pemkab, dan sembako yang di bawanya merupakan hasil pembeliannya ke Temas tetangganya.
“Saya gak dapat bantuan sembako dari pemkab mas, sembako itu saya beli ke temas 50 ribu mas .” Kata Sulasah

Di tempat terpisah bu Temas menampik apa yang di katakan oleh warga, di jelaskan jika sembako yang di jualnya bukan bantuan dari pemkab, melainkan hasil pembelian dari desa lain yakni Desa Temu.
“Gak dodol aku, iku sembako olehku njokok nang deso temu.” jelas Temas.

Tia selaku Bu RT.03 RW.02 ketika di temui Gempurnews di rumahnya membenarkan adanya jual beli sembako tersebut, dan menjelaskan lebih rinci bahwa sembako yang di perjual belikan itu meruoakan hasil pembelian dari Temas.

“Saya beli ke temas harga 70 dan saya jual ke bu sulasah yang ambil iin anak busalasah harga 70 mas.” Ungkapnya.

Mengenai data warga penerima BLT -DD, Tia selaku bu RT menjelaskan jika dirinya melakukan pendataan lewat kegiatan arisan yang di laksanakan oleh ibu ibu tiap bulan.

“Saya mendata warga penerima BLT ini sebenarnya lewat arisan ibu ibu setiap bulannya, kalau bety itu tidak pernah ikut arisan mas, bety itu juga kalungnya besar dan saya suruh kirim data juga gak mau.” Ungkap Tia.

Sebelumnya Bety warga RT.03 RW.02 saat dikonfirmasi Gempurnews, ( 23/5/2020) , menyampaikan jika dirinya tidak pernah mendapat bantuan bentuk apapun. “saya tidak pernah menerima bantuan sama sekali mas.” Kata bety

“Tidak ada pendataan dari RT, BPD, survei bantuan BLT ini mas.”tambah bety

Anang Darmawan.SE, Kepala Desa Bendo Tretek ( 26/5/2020), menjelaskan tidak mengetahui jika desanya ada oknum yang memperjual belika bantuan sembako tersebut.

“Kalau sembako dijual beli saya tidak tahu mas, dan kalau ada jual beli itu diharamkan, kalau masalah bu bety nanti kita masukkan di gelombang kedua.” tegasnya.

Di singgung masalah data warga penerima BLT- DD yang nasih terkesan kurang transparan, Anang menampik semua itu, dan di sampaikan jika data yang masuk ke desa sudah melalui tahapan dan verifikasi yang melibatkan semua unsur di pemerintahan desanya.

“Masalah pendataan warga yang berhak menerima BLT-DD itu dari RT, RW masuk kedesa, dan disurvei dari BPD dan Relawan desa .” Tambah Anang.(yul)