Sikapi Covid-19, Pemkab Banyuwangi Matangkan Skenario New Normal

0
28

 

BANYUWANGI — Menyikapi pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor kesehatan, sosial dan ekonomi, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengambil langkah untuk mematangkan skenario new normal sambil menunggu komando dimulainya penerapan skema tersebut dari pemerintah pusat.

Dalam kaitan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendiskusikan penerapan skema new normal dengan para direktur rumah sakit, kepala puskesmas, asosiasi profesi bidang kesehatan dan para rektor kampus kesehatan, Rabu (27/5/2020).

“Saya meminta masukan soal skenario new normal dari aspek makro sampai teknis. Sebab saat ini aktivitas ekonomi masyarakat terkendala.Tidak hanya soal bisa makan, tapi juga berdampak pada kebutuhan lainnya yang tak mungkin semuanya ditanggung negara,” ujar Anas.

Ia menegaskan perlunya skenario baru penanganan Covid-19 dengan istilah new normal sebagai standart hidup yang mengutamakan kesehatan.

“New normal bukan pelonggaran. New normal adalah standar hidup yang mengutamakan kesehatan dan kebersihan agar kita tetap produktif. Itulah yang akan diterapkan oleh Banyuwangi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Anas meminta masukan dari tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk menyusun aturan penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono memaparkan sejumlah skenario new normal dalam berbagai bidang. Mulai dari pelayanan publik, industri pariwisata, transportasi umum, acara keagamaan hingga pendidikan.

“Pada prinsipnya new normal nanti menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh. Misalnya, pegawai di sektor publik akan menggunakan APD level satu. Mulai face shield, kacamata google, masker dan sarung tangan,” ungkap Widji.

Ia menambahkan, penyedian tempat cuci tangan dan handsanitizer juga jadi bagian dari new normal. Termasuk upaya memodifikasi sejumlah peralatan keseharian, seperti pintu dan lift. Serta pengaturan jarak antar orang.

“Dalam beberapa aktivitas, juga diharuskan melakukan rapid test. Terutama bagi yang akan dan datang dari luar kota,” imbuh dia.

“Sebagai langkah awal penerapan new normal tersebut, akan diawali di sektor pelayanan publik. Kantor-kantor pemerintahan harapannya akan menjadi role model untuk penerapan di sektor lain yang lebih luas,” pungkas Widji. (tim)