Jalani Masa PSBM, Anggota DPR RI Tinjau Dapur Umum di Kelurahan Karang Mekar

0
20

 

KOTA CIMAHI – Agung Budi Santoso, anggota DPR-RI Komisi ll, meninjau posko dapur umum di kelurahan Karang Mekar. Peninjauan tersebut dilakukannya setelah mendapat informasi adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang dilakukan di wilayah Kelurahan Karang Mekar.

Dikatakan Agung, yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, jika proses karantina PSBM sudah tentu membutuhkan keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan dapur umum untuk keperluan makan sangat dibutuhkan guna kelancaran proses Karantina PSBM.

“Saat ini, kami bersama rekan baru memberikan bantuan berupa 500kg beras, masker, dan hand sanitizer. Tentu akan kami tambah lagi,” ungkap Agung Budi Santoso, Sabtu (06/06/20).

Untuk lebih cepat dalam memutus mata rantai Covid-19, Agung Budi Santoso menghimbau agar masyarakat mau mengikuti aturan pemerintah. Dari mulai aturan PSBB sampai PSBM seperti yang saat ini diberlakukan diwilayah RT 01 RW 17, Kelurahan Karang Mekar.

“Karena Virus Corona mudah menyebar, maka sudah seyogyanya pemerintah membuat aturan tentang masa tanggap darurat. Oleh karenanya diperlukan kerjasama masyarakat agar mau mengikuti aturan yang sudah dibuat pemerintah. Tahan dulu untuk kontak fisik aecara langsung. Sampai grafik penyebarannya terus menurun.” tegasnya.

Untuk mencegah kasus baru, ia juga mengajak kepada seluruh unsur yang mempunyai kelebihan rejeki agar mau membantu. “Jika tidak ada bantuan mereka akan keluar untuk mencari makan,” paparnya.

Sementara itu , M. Nur Efendi Lurah Karang Mekar mengatakan, selama menunggu hasil swab warga RT 01 RW 17 sekarang diharuskan mengisolasikan diri. Hal itu dilakukan, setelah salah satu warganya diketahui positif Covid-19.

Atas intruksi dari Pemerintah Provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangannya, pihaknya harus memperhatikan sampai 14 hari selama karantina berlangsung.

“Warga RT 01 yang sekarang melakukan PSBM, sebanyak 176 jiwa. Dan kami harus bisa memenuhi kebutuhannya setiap hari.” sebut Nur.

Selama masa karantina, katanya, akan terus diawasi oleh sejumlah anggota Linmas. Segala bentuk kebutuhannya yang lain, akan di supply melalui penjagaan.

“Kalau ada yang butuh sabun, odol dan lain-lain, nanti bisa menitipkan ke petugas piket. Nanti akan dibantu,” terangnya. (Wan/Asyaf)