Utusan Adat se-Indonesia Hadiri Upacara Ngertakeun Bumi Lamba

0
83

BANDUNG BARAT – Ngertakeun Bumi Lamba merupakan salah satu Upacara yang mengandung filosofi bagaimana kita sebagai makhluk hidup dapat merawat, melestarikan serta menjaga alam.

Upacara yang dilaksanakan setiap tahun ini dilaksanakan di Tangkuban Parahu, salah satu objek wisata yang ada di Wilayah Lembang.

Upacara Adat Ngertakeun Bumi Lamba digelar bertepatan dengan perjalanan matahari yang baru mulai dari paling utara Bumi.

Perjalanan matahari berlangsung setiap Bulan Ketujuh dalam hitungan suryakala kal ider.

Surya kala ider adalah salah satu kalender yang digunakan oleh Masyarakat Sunda Jaman dahulu, bahkan masih ada yang mengunakan sampai saat ini.

Pelaksanaan Upacara adat ngertakeun Bumi Lamba merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan oleh masyarakat Sunda guna menyatu dengan alam dan lingkungan.

Alam merupakan Anugrah yang wajib dipelihara, dirawat dan dilestarikan sehingga Alam akan memberikan kebaikan pada kita. Tapi jika kita memperlakukan alam hanya untuk kesenangan dan cenderung merusaknya, maka alam sendiri yang akan bertidak, seperti terjadinya longsor, banjir dan musibah alam lainnya.

Pada pelaksanaan Upacara Adat Ngertakeun Bumi Lamba tahun ini diselenggarakan pada Rabu 28/06/2020, bertempat di gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai utusan adat yang ada di Indonesia.

Salah seorang Pemrakarsa Ngertakeun Bumi Lamba menyatakan, acara ini digelar dengan tujuan sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menjaga, mensyukuri dan merawat alam dengan apa yang sudah didapat dari alam seperti hasil bumi baik dari darat dan laut.

Salah satu yang mengikuti Upacara Ngertakeun Bumi Lamba adalah masyarakat Adat Laskar Manguni yang ada di Jawa Barat. Mengenakan pakaian adat khas Masyarakat Manguni, para peserta upacara mengikuti rangkaian acara hungga selesai, yang ditandai dengan doa bersama untuk memihon kebaikan kepada sang Pencipta.

Repoter : OKI dan Alfons Revalino Mandang