Direktur PT.SRE Ingkar Janji Karyawan Putuskan Mogok Kerja

0
64

BARITO UTARA -Sampai pada saatnya, karyawan tambang batu bara PT. Sumber Rejeki Ekonomi (SRE) memutuskan untuk mogok kerja, bahkan, pekerja perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Lemo I, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara ini meminta pemerintah membekukan PT.SRE. 

Keputusan pahit kembali  diambil ratusan karyawan, lantaran Direktur PT.SRE, TOP Managemen tidak memenuhi janji untuk membayar gaji dan hak karyawan sesuai tuntutan. “Kami akan mogok kerja sebagaimana dilindungi undang-undang,”ujar Senior Supervisor Engineering PT. SRE,Ariyanto yang datang bersama ratusan  karyawan ke Disnakertranskop dan UKM Barito Utara,Selasa (30/6/20). 

Senada dengan Ariyanto, HRD & Payroll PT.SRE, Patih Herman AB menyampaikan,investor akan panik dan mendapat efek jera jika perusahaan dibekukan serta tidak dilayani perizinannya. Staf Humas Eksternal PT.SRE, H Imis yang diwakili Pujiono menambahkan, pertemuan tripartit yang difasilitasi Disnakertranskop dan UKM Barito Utara tidak menghasilkan kesepakatan antara pekerja dan PT. SRE. 

“Karena tidak dipenuhinya janji pimpinan PT.SRE, maka kami meminta dikeluarkan anjuran dan rekomendasi untuk dilimpahkan ke pegawai pengawas provinsi untuk diproses pelanggaran pidana maupun perdata, termasuk upaya menggugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),” papar Pujiono.

Terhadap keputusan karyawan, Plt. Kadisnakertranskop dan UKM Barito Utara, Drs.Ledianto menegaskan, pimpinan perusahaan telah memberi jawaban atas tuntutan pekerja dengan cara mencicil.Namun kenyataannya tidak ada realisasi pembayaran,sehingga surat perusahaan ini bisa diabaikan.

“Untuk H.Imis juga tidak ada pembayaran sama sekali,walaupun ada hitung-hitungan yang sudah dibuat,”tandasnya.

Kabid Ketenagakerjaan, SD Aritonang menambahkan, pemerintah akan tegas dalam menangani perselisihan hubungan industrial. “Harusnya tegas berapa kali dicicil dan harus ada pembayaran untuk Pak Imis minimal 80 persen,” ungkapnya. (SS).