MPLS SMPN 1 WINONGAN GANDENG POLSEK DAN KORAMIL

0
197

Gempur News Com Pasuruan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Winongan Kabupaten Pasuruan telah menggandeng stoke holder yakni menggundang Kapolsek Winongan AKP Handoyo untuk memberikan materi berupa pembekalan tentang bahaya penggunaan narkoba juga mengundang DANRAMIL Winongan untuk memberikan materi pendidikan bela negara kepada peserta didik baru selasa(18/07).

mpls-smpn-1-winongan-gandeng-polsek-dan-koramil2

Masih mengenakan seragam merah putih para peserta didik baru tersebut antusias dan seksama mendengarkan dan menerima pembekalan menjadi siswa baru. MPLS yang diikuti oleh peserta didik baru diberikan pembekalan tentang bahaya penggunaan narkoba seperti yang disampaikan AKP Handoyo memberikan materi yang berkaitan dengan hal penyalahgunaan narkoba tidak hanya dalam bentuk teori saja tetapi peserta didik baru juga diberikan contoh atau gambaran yang nyata dalam kehidupan sehari-hari akibat dari penggunaan barang haram tersebut.

Selain itu peserta didik baru juga menerima materi tentang pelajaran bela negara yang dalam hal ini pihak sekolah bekerja sama dengan Komando Rayon Militer (KORAMIL) Winongan dimana pembekalan bela negara ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menolak segala paham radikalisme pada siswa baru sejak dini.

Imron Rosyadi SPd Kepala Sekolah yang pada kesempatan ini juga didampingi Rinto SPd selaku wakil kepala sekolah menjelaskan MPLS merupakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah terhadap peserta didik baru, kegiatan tersebut meliputi pemberian materi tentang bahaya penggunaan narkoba, materi pelajaran bela negara, penggalian bakat siswa dan latihan baris berbaris (LBB) bagi peserta didik kelas VIII dan kelas IX. Untuk materi tentang bahaya penggunaan narkoba dimaksudkan untuk membentengi peserta didik baru agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas mengkonsumsi barang-barang haram seperti narkoba dan obat-obat haram sejenisnya, berkaitan dengan pemberian materi pelajaran bela negara diharapkan kepada peserta didik baru tumbuh jiwa patriotisme yang mempunyai wawasan kebangsaan dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mampu menolak paham radikalisme sehinggga dengan pembekalan ini para peserta didik baru fokus dalam mengikuti pembelajaran disekolah, ujar Imron. (Hari)