BUPATI DAN WAKIL BUPATI JEMBER DIGUGAT

0
90

GempurNews.Com Jember. Pengadilan Negeri Jember selasa (18/07) menggelar sidang perdana gugatan Class Action terhadap Faidah bupati Jember dan wakil bupati Jember Abdul Muqif Arief, turut tergugat Thoif Zamroni ketua DPRD kabupaten Jember. Sidang dipimpin langsung oleh Slamet Budiono SH selaku Ketua Majelis Hakim. Pada sidang perdana yang digelar Pengadilan Negeri Jember, tergugat Bupati dan Wakil Bupati serta turut tergugat ketua DPRD Kabupaten Jember tidak hadir dalam persidangan.

bupati-dan-wakil-bupati-jember-digugat2

Gugatan Class Action terhadap para tergugat tersebut telah didaftarkan oleh Agus Mashudi dan Sullam selaku penggugat pada Pengadilan Negeri Jember tertanggal 04 Juli 2017 dengan nomer register 61/PD.T.P.G/2017/PN JBR. Pada intinya gugatan Class Action terhadap bupati dan wakil bupati Jember terkait buruknya kebijakan pengelolaan keuangan APBD kabupaten Jember tahun 2016 yang dinilai oleh penggugat jauh dari apa yang dijanjikan oleh tergugat saat kampanye politik ketika mencalonkan diri, ujar Agus.

Buruknya sistem pemerintahan bupati dan wakil bupati Jember yang berimbas terhadap perekonomian dan kemakmuran masyarakat Jember juga minimnya serapan anggaran dan besarnya sisa lebih penganggaran (silpa) sebesar Rp. 649 miliar menunjukkan ketidakprofesionalan pemerintahan Faidah, ungkap Agus. Menurut agus bupati dan wakil bupati Jember terlambat mengajukan pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan melaksanakan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) serta terlambat membahas perubahan APBD tahun 2016 dan mengajukan pembahasan rancangan APBD tahun 2017.

Dalam isi gugatan Class Action, Agus dan Sullam menuntut bupati dan wakil bupati, ketua DPRD Kabupaten Jember antara lain : 1. Tergugat segera menyelesaikan penggunaan silpa sebagaimana mestinya dalam waktu tiga bulan setelah adanya putusan hakim; 2. Tergugat memperbaiki dan menata birokrasi pemerintah seperti yang sudah diatur oleh perundang-undangan; 3. Tergugat meminta maaf kepada masyarakat kabupaten Jember melalui media massa selama tujuh hari berturut-turut. Persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan menghadirkan ketua DPRD kabupaten Jember.