Cuaca Menjadi Faktor Utama Sulitnya Evakuasi Mahasiswa Yang Meninggal Setelah 3 Hari Hilang Dalam Pendakian Gunung Raung

587 0

Gempur News – Indonesia – Propinsi Jawa-Timur – Kabupaten Banyuwangi. Setelah di kabarkan hilang selama tiga hari dalam pendakian gunung raung, Zaki Putra Andika (22) tahun seorang mahasiswa asal lamongan yang dalam pencarian gabungan tim relawan beserta pemandu Gunung Raung, akhirnya berhasil di temukan meninggal di bawah puncak tusuk gigi Gunung Raung, Minggu, (4/2/2018) lalu, sekitar pukul 12.49 WIB.

 

 

“Lambat atau cepatnya proses evakuasi tergantung cuaca di jalur pendakian gunung yang memiliki ketinggian 3.344 mdpl evakuasi Tim SAR gabungan yang berada di jalur pendakian Gunung Raung terkendala cuaca buruk seperti kabut, hujan, dan badai, sehingga proses evakuasi tidak bisa berlangsung dengan cepat,” katanya.

Evakuasi jenazah pendaki Gunung Raung yang sempat hilang itu terkendala cuaca buruk. “Evakuasi tidak bisa dilakukan dengan cepat karena terkendala hujan deras, kabut tebal dan badai sejak Minggu (4/2/2018) hingga hari ini,” kata Rizky di Banyuwangi, Senin (5/2/2018)
Menurutnya, perjalanan Tim SAR gabungan dari lokasi penemuan jenazah korban menuju ke pos di Kalibaru diperkirakan membutuhkan waktu berkisar 7-8 jam dalam kondisi cuaca yang normal dan cerah.

“Tim SAR yang melakukan evakuasi korban kadang-kadang harus menghentikan perjalanan karena terjadi badai, kabut tebal dan hujan deras, sehingga cuaca buruk menjadi kendala proses evakuasi di jalur pendakian Gunung Raung,” tuturnya.

Dalam prediksi tim SAR gabungan yang mengevakuasi jenazah korban diperkirakan tiba di Basecamp Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi pada Senin siang.

Tim SAR gabungan yang berada di lokasi yakni Basarnas Pos Siaga SAR Banyuwangi, Basarnas Pos SAR Jember (BKO), BPBD Banyuwangi, Polsek Kalibaru, Koramil Kalibaru, SAR OPA Jember, Relawan SAR Raung, Adios pala, Banyuwangi SAR Indipenden, Pos pendakian Gunung Raung, SAR Surabaya, IPKA Malang, RAPI Banyuwangi, Wanadri, dan warga setempat.

Sementara Koordinator Pos Siaga SAR Banyuwangi Rizky Putra Buana menjelaskan kronologi kejadian hilangya Zaki Putra Andika. tuturnya sebelumnya Zaki dinyatakan hilang, setelah terpisah dari dua rekannya, Moh Sholahudin Qoyyim (22) warga Magelang, Jawa Tengah, dan Moh Bayu Alfarisi (19) warga Karanganyar, Jawa Tengah, yang melanjutkan perjalanan hingga ke puncak.

Sementara, Zaki memutuskan berhenti karena kelelahan. “Saat di tengah perjalanan, angin turun sangat kencang, kabut tebal dan disertai petir tapi tidak hujan. Karena hal tersebut, dua orang itu terpisah dengan satu rekannya. Sejak warta ini diterbitkan jasad Zaki Putra Andika sudah di evakuasi dan di bawa ke RSUD Banyuwangi untuk dilakukan outopsi. (Segate)

Related Post