Gempur News – Indonesia – Polda Jatim – Polres Malang. KABAR PRESTASI POLISI. Beberapa titik di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, disisir oleh anggota Polres Malang, Selasa (21/2/2018). Tujannya untuk mencari orang gila alias orgil.
Sasarannya adalah pinggir jalan, keramaian, pasar dan juga stadion. Satu truk yang berisi anggota Polres Malang menyisir tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi orang gila berada.
Setidaknya, ada tiga titik yang menjadi sasaran dari razia orang gila ini. Diantaranya, Pasar Sumedang, Stadion Kanjuruhan dan perempatan Talangagung. Namun hasil yang didapatkan, nihil. tidak ada satupun orgil yang terciduk oleh razia Polres Malang.
Alih-alih mendapatkan orgil, petugas justru mendapatkan lima anak jalanan. Mereka tengah mengamen di perempatan Talangagung. Penampilannya, seperti anjal pada umumnya. Mengenakan celana jeans sobek, wajah kusam dan bertatto.
Ketika melihat truk polisi yang sedang melintas dan berhenti tepat di dekat mereka, belasan anjal tersebut semburat dan lari ke segala arah. Bahkan ada yang nekat hendak menceburkan diri ke sungai namun justru terjatuh.
Hasilnya, lima orang anjal terjaring. Dua diantaranya adalah perempuan dan tiga laki-laki. Lutfiana Dewanti, 16, salah satu anjal yang terjaring razia oleh Polres Malang. Kepada wartawan Media Gempur News Com dia mengaku berasal dari Jombang dan sudah tiga tahun berada di Malang.
Saat ini, dia sudah memiliki seorang anak yang masih beusia empat bulan. Setiap hari dia titipkan di tetangga belakang kosnya, di Kepanjen. Upah yang diberikan Rp 10 ribu per hari.
“Saya tinggal ngamen setiap hari. Dulu ke sini ikut suami saya katanya mau menjenguk saudaranya. Tapi tidak pernah kembali sampai sekarang,” kata dia dengan wajah menunduk dan bahasa daerah yang kental.
Sementara itu, AKP Heri Mulyadi, Perwira Pengendali Polres Malang, menjelaskan, razia kali ini untuk mewujudkan cipta kondisi menjelang pemilihan gubernur Jatim 2018.
“Selain itu kami juga antisipasi kejadian yang terjadi di daerah lain di Jawa Timur (penyerangan terhadap ulama), yang dilakukan oleh orgil,” kata dia, kepada Awak Media ini.
Dia menjelaskan, para anak punk yang terjaring razia ini diberi pengarahan dan pembinaan.
Eko Gempur News Mengabarkan.




