Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Kapolres Malang Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Lintas Agama

497 0

Gempur News – Indonesia – Polda Jatim – Polres Malang. KABAR POLISI. Kapolresta Malang AKBP Yade Setiawan Ujung SH,S.I.K,M.Si bersilaturohmi bersama tokoh lintas agama, dalam rangka mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Senin (26/2/2018) pukul 09.00 Wib. Dan acara tersebut di ikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai tokoh lintas agama.

Nampak hadir pada acara ini antara lain Kapolres Malang, Waka Polres Malang, Kabag Kasat Kasi PJU dan Perwira Polres, Kapolsek Jajaran se – Polres Malang, Ketua MUI Kabupaten Malang KH. Fadhol Hija, Dai Kamtibmas Polres Malang/ H.Imam Makhruf, Sekretaris FKUB Kabupaten Malang /H.Sholeh, Ketua GP Anshor./ Husnul Hakim Sy, Suster Sisilia Pertapaan Putri Karmel Poncokusumo, Tokoh Budha Wakimin, Tokoh Kristen Pdt.MAX.RADJAH, Tohoh Hindu Ponidi, dan undangan tokoh lainnya.

Kapolres Malang dalam sambutannya mengucap puji syukur kepada Tuhan YME , karena atas ridho Nya semata bahwa kita masih bisa berkumpul di gedung ini dalam keadaan sehat walafiat, disampaikan pula ucapan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh undangan yang sudah berkenan hadir dalam forum ini.

Dijelaskan oleh Kapolres bahwa kegiatan ini kita laksanakan untuk menindak lanjuti dan mengantisipasi bahwa menyikapi permasalahan isu – isu penyerangan kepada para tokoh-tokoh ulama yang diduga oleh orang gila.

Alhamdulillah di wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini tidak ada dan berharap tidak ada penyerangan kepada tokoh /ulama, dimana info awal, di Lawang dan Pakis ada penyerangan kepada ulama dan sudah diklarifikasi oleh pihak pengurus. tutur Kapolres.

Lanjut Kapolres, kepada para ulama dan tokoh – tokoh lintas agama yang hadir disini mohon dapatnya memberikan informasi yang menyejukkan kepada seluruh umat dan masyarakat.

Menurut Kapolres Polri sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinsos dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) masalah orang gila ini, serta sudah diperintakan kepada seluruh anggota diwilayah untuk mendata dan silaturohmi dengan pihak keluarga orang diduga gila tersebut utlntuk menjaga agar tidak berkeliaran.

Antisipasi isu – isu PKI dengan menggunakan sentimen sejarah tahun 1948 dan 1965, kita harus cerdas serta ini dimunculkan pihak2 tertentu untuk menciptakan suasana tidak nyaman, papar Kapolres.

Menurut tokoh Sosial Politik Francis Fukuyama bahwa pertarungan di masa lalu adalah dunia Barat dan Timur antara AS dan Rusia ,runtuhnya Tembok Berlin, dimana pemenangnya adalah system Demokrasi , yang didukung/kepercayaan oleh rakyat.

Kapolres, Di Jawa Barat dan Tangerang ada penyerangan kepada umat Budha, selanjutnya di Sleman penyerangan di Gereja, dan merambat ke Lamongan , Madiun, ada penyerangan kepada ulama oleh orang gila, dan bisa dikatakan gila apabila sudah diproses dan dirawat oleh dokter yang berwenang.

Masih Kapolres, Waspada tetap harus kita tingkatkan namun jangan sampai kita diadu domba melalui medsos. Contoh baik adalah di Desa Wirotaman, toleransi beragama sangat kental dan luar biasa dan patut kita contoh.

H.Topan selaku moderator sebelum membuka acara audiensi dan diskusi antara Kapolres dengan tokoh lintas agama mengapresiasi bahwa, kegiatan ini sangat luar biasa, dan atas prakarsa Kapolres menjalin komunikasi dan silaturohmi dengan tokoh – tokoh lintas agama.

Dari Dai Kamtibmas Gus Ahmad dari Turen menyampaikan audiensi dengan situasi seperti ini agar penggunaan media sosial yang cenderung radikal dan yang memuat hal – hal seperti berita bohong /Hoax agar di bredel/ditutup walau kesannya tidak demokratis, karena nilai manfaatnya tidak ada.Kegiatan sambang ketokoh-tokoh di wilayah Polsek ,sudah bagus dan terus dilakukan di wilayah, agar kita tokoh-tokoh agama mengajak umatnya tidak saling membenci, tetap bersatu dan tunjukkan kita tidak bisa diadu domba , sedangkan untuk isu PKI akan tetap diwaspadai sampai dengan anak cucunya karena faham ideologi tidak bisa mati.

Kemudian dari Dai Kamtibmas Ahmad Suyanto dari Kalipare menyampaikan audiensi agar kegiatan ini bisa dilanjutkan tiap dua atau tiga bulan sekali di Polres dan bisa di Polsek – Polsek. Kita harus ada aksi nyata untuk menangkal dengan adanya isu – isu tersebut diatas.

Di lanjut Dai Kamtibmas Abd. Hadi dari Bantur menyampaikan audiensinya bahwa Jangan takut isu – isu ulama diserang orang gila. Kita hanya takut kepada Alloh SWT dan jangan menyampaikan atau ajak – ajak untuk mempersiapkan diri melawan orang gila. Serahkan kamtibmas kepada Polri yang berwenang selaku pembina Kamtibmas.

Menyikapi hal – hal tersebut Kapolres Malang, menjawab Fenomena ini dilakukan kelompok – kelompok tertentu untuk memecah belah kita.

Kapolres, Polri melaksanakan giat PREEMTIF, PREVENTIF dan REPRESIF. Misalnya dengan Cyber Trops Polres, memperingatkan dan telah memproses kepada oknum masyarakat bahwa memviralkan orang gila dengan PKI dan akunnya sudah diblokir.

Kapolres, Mari kita jangan mudah diadu domba, perkuat tali silaturohmi dan giat ini memang sudah ditindak lanjuti oleh Polres dan para Kapolsek dengan dukungan Kasat Binmas, Intel dan Reskrim buat spanduk – spanduk himbauan.

Ketua MUI KH.Fadhol Hija menyampaikan pesan – pesan, selaku tokoh – tokoh agama tetap menyampaikan kepada umat dengan sejuk, kita tetap waspada atas serangan oleh orang2 yg diduga gila, kita tetap berdoa kepada Alloh SWT dan lakukan sholat untuk menolak musuh.

Lanjut Ketua MUI, sebaik – baiknya umat adalah yang mendatangi ulama,seperti yang sudah diawali oleh Bpk Kapolres , saat pertama kali menjabat diMalang, silaturohmi ke para ulama dan ponpes dan bisa dipertahankan serta ditingkatkan.

KH.Imam Makhruf/Koordinator Dai Kamtibmas mengatakan kita satukan perspektif dan satu pernyataan yang sama dapat menyikapi fenomena saat ini, kita memiliki banyak tokoh – tokoh agama baik Islam dan agama – agama yang lain dan mari kita berdayakan dalam kegiatan nyata, misalnya kemampuan doanya,dakwahnya serta fatwa – fatwanya.Kalau kita sowan ke Kyai Khos, cukup sampaikan permasalahan dan mohon solusinya atas permasalahan tersebut,ungkap Kordinator Dai.

Sementara itu Pendeta Kuswandi /Ketua Paguyuban Gereja Lawang memberikan tanggapan yang intinya, menanggapi isu – isu PKI Bangkit dan Penyerangan kepada tokoh Ulama, agar Polri benar – benar-benar menciptakan suasana kondusif dengan aksi nyata.

Dai Kamtibmas dari Wajak, berharap
agar silatutohmi ini bisa dilaksanakan sampai tingkat desa dan bagaimana kita menyikapi dan bisa masuk ke dunia pendidikan atas hasil share terutama dari anak – anak yang berusia muda setingkat SMP.

Dai Kamtibmas dari Gedangan berharap pula forum ini dimohon bisa berjalan sampai tingkat kecamatan/Polsek, karena di wilayah Gedangan sangat majemuk bagi pemeluk agama dan apabila ada permasalahan akan bisa menghubungi FKUB ditingkat Kecamatan.

Kapolres Malang menjelaskan bahwa menyikapi fenomena ini ditahun Politik ini, semua sudah mengetahui muaranya kemana. Polri sudah berbuat untuk menciptakan suasana aman dan damai, serta amannya diwilayah dan apabila ada berita HOAX tersebut menyebar, akan menjatuhkan Polri dan menurunkan trus public.

Lebih lanjut, H.Sholeh dari FKUB memaparkan tugas utama FKUB adalah sama dengan ulama. Kegiatan FKUB sudah melaksanakan kegiatan sampai ditingkat Kecamatan dan 1 tahun melaksanakan 11 kali kegiatan ,serta peran serta dalam kegiatan Romadhon, terangnya.

Masih Hj. Sholeh, apabila ada issu sara , maka kesempatan pertama segera didatangi dan segera diselesaikan dengan kondusif. Atas pendirian tempat ibadah, FKUB pasti menjembatani dan berdiri didepan dalam melakukan koordinasi antar umat beragama, kata Sholeh. Ia berharap agar FKUB Kabupaten akan ikut mendukung dana dalam kegiatan FKUB yang ada di tingkat Kecamatan.

Husnul Hakim Sy dari GP Anshor memberikan audiensinya, diharapkan isu – isu PKI jangan sampai terpancing karena memiliki sejarah kelam tahun 1948 dan 1965 untuk rakyat Indonesia khususnya para ulama.

Lanjut Husnul, Kita melihat dan mempelajari gerakan pola serta tidak bereaktif berlebihan, karena ada analisa namun tetapi tabayun menyikapi permasalahan yang ada. Memang ada upaya memecah belah anak bangsa dan kita tetapi harus bersinergi untuk menangkal isu – isu SARA atau berita HOAX dan berkoordinasi dengan Kepolisian.

Tokoh agama Dari Sumawe, memberikan komentarnya, antisipasi canggihnya medsos dan wilayah Malang Selatan terkait penyalahgunaan narkoba. Saran Tokoh tersebut petakan kejadian terkait isu bangkitnya PKI.

Sebelum acara ini usai, Kapolres Malang menggaris bawahi atau menyimpulkan Isu penyerangan oleh orang gila di Wilayah Malang tidak ada. Kejadian diwilayah Lamongan jangan sampak menjalar/terjadi wilayah Kabupaten Malang, ujarnya.

Himbauan Kapolres, dipondok memang tetap waspada dan apabila menjumpai hal seperti teserbut diatas segera amankan dan segera hubungi polsek terdekat dan jangan terlalu reakrif. Ia menegaskan bahwa Polres Malang berkomitmen menjaga para ulama dan tetap melaksanakan dan hormati proses hukum kepada pelaku yang sebar Hoax.

Masih Kesimpulan Kapolres Agar kegiatan seperti ini dilaksanakan sampai polsek-polsek, Forum seperti ini/ informal tetap laksanakan sampai tingkat desa. FKUB di bentuk samapai di tingkat Kecamatan walau sifatnya tidak formal dan seperti di Polsek Tumpang dan jangan over reaktif atas permasalahan seperti diatas, tegas Kapolres. Jangan sampai diadu domba antar umat beragama , tetap bergadengan tangan untuk ciptakan kondusifitas wilayah Kabupaten Malang, pungkasnya.(Eko)

Related Post