Gempur News – Indonesia – Propinsi Jawa-Timur – Kabupaten Banyuwangi. KABAR DAERAH. Banyuwangi boleh berbangga, pasalnya daerah yang kental akan budaya dan ke elokan panorama alamnya, kini berkat kerja keras dan kegigihannya, dalam memanfaatkan segenap peluang yang telah di miliki sejak lahir sebagai daerah berpotensi.
Beberapa saat lagi, Banyuwangi akan menjadi salah satu tujuan wisata para delegasi annual meeting di bali pada Oktober mendatang yang diikuti 18.000 delegasi dari seluruh dunia. Walau masih menjadi harapan, sebagai daerah penyangga ajang tersebut.
Banyuwangi akan terus bersiap dan berbena menyambut sebagian delegasi penting dari berbagai negara yang bakal mendarat di Banyuwangi.
Pelaksanaan pembangunan yacht club ini recananya akan dimulai dua minggu lagi, estimasi proyek selesai dalam waktu enam bulan,” kata Kokok kepada wartawan.
Direktur Utama PT Pelindo Property Indonesia (PPI) Kokok Susanto mengatakan, untuk percepatan pembangunan marina, pihaknya berkolaborasi dengan pihak yang memiliki pengalaman dalam dunia kapal pesiar, termasuk PT Lundin yang memang punya spesialisasi dalam pembuatan kapal pesiar dan kapal militer.
Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) terpadu seluas 3.000 meter persegi itu akan dilengkapi restoran internasional, dengan fasilitas penunjang pariwisata, serta sarana perawatan kapal pesiar yang nantinya akan digarap salah satu perusahaan perkapalan
Banyuwangi, PT Lundin Industry Invest. Kerja sama pembangunan BIYC tersebut telah disepakati PPI dan PT Lundin Industry Invest. bertempat di Kawasan Boom Marina merupakan dermaga dengan segala fasilitas pendukung untuk yacht (kapal layar ringan). Dermaga yang dibangun atas kerjasama PT PPI dan Pemkab Banyuwangi ini menjadi dermaga kapal pesiar terintegrasi pertama di Indonesia.
Direktur PT Lundin, John Lundin meyakini, pembangunan BIYC akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Rata-rata turis kapal pesiar lebih suka berlabuh di marina yang menyediakan fasilitas pemeliharaan kapal. nantinya bengkel yang segera dibangun ini akan melayani kapal hingga bobot 100 GT.
“Saat ini bengkel kapal pesiar baru hanya ada di Jakarta dan Bali, maka dengan adanya BIYC akan menjadi salah satu pilihan bagi pemilik kapal pesiar. Apalagi PT Lundin adalah perusahaan pembuat kapal yang memiliki banyak jaringan dengan produsen internasional suku cadang kapal. Nantinya bengkel kami mampu menerima 60 kapal yacht per tahun,” terang John.
“Kami juga akan melengkapi club ini dengan berbagai fasilitas pendukung terbaik, seperti tempat parkir yacht yang memadai, club house, dan restoran internasional,” imbuh John.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik pembangunan BIYC untuk menggerakkan ekonomi lokal. Anas berharap, pengerjaan BIYC bisa dirampungkan sebelum annual meeting IMF dan World Bank di Bali pada Oktober mendatang, sehingga mampu memanfaatkan mimomen tersbut untuk menjadi promisi wisata Banyuwangi. (SeaGate)





