Ada Yang Lebih Dalam Penyaluran Bantuan Program Inovasi Desa “KANGGO RIKO” Di Desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore

572 0

Gempurnews.com – Indonesia -Banyuwangi. Dalam upaya penuntasan kemiskinan. selain upaya mendongkrak perekonomian daerah melalui pembangunan daerah. meliputi sarana prasarana publik maupun pengembangan potensi wisata. Pemerintah daerah kab.Banyuwangi juga berupaya penuh untuk memberdayakan penduduk miskin. hal ini dirasa sangat perlu, guna memberikan jalan untuk masyarakat miskin berkembang tanpa harus selalu menggantungkan hidup pada uluran tangan orang lain maupun pemerintah.

Dalam upaya ini pemerintah daerah melalui pemerintah desa membuka program “KANGGO RIKO 2018”. sebuah bentuk kegiatan peberdayaan masyarakat melalui penyaluran bantuan dalam bentuk modal usaha dagang, ternak, pertanian dll.

Seperti halnya yang diselenggarakan di desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (6/6/2018). Pemerintah Desa (Pemdes) menyerahkan sebanyak 70 ekor kambing dan sembako kepada kepala keluarga miskin.

Walau nilannya tidak lebih dari Rp. 2.500.000,- dan dalam penyalurannya harus dalam bentuk barang maupun ternak, rupanya tidak mengurangi antusias warga masyarakat penerima bantuan. dari 40 kepala keluarga yang telah melalui empat proses tahap penyaringan. sekitar 34 kepala keluarga menerima bantuan dalam bentuk binatang ternak berupa kambing, masing – masing diantaranya mendapat 2 ekor kambing. namun 6 kepala keluarga lainnya meminta dalam bentuk alat usaha maupun kerja.

Dihadiri langsung pimpinan bidang program “KANGGO RIKO” dari BPM Kab.Banyuwangi, Bapak Tri FM Wintarsono. acara juga di hadiri Forpimka, Kecamatan Glenmore BPD beserta anggota dan LPMD beserta anggota, juga semua perangkat desa mulai dari RW/RT dari lima dusun di desa Tegalharjo.

Kepala Desa Tegalharjo, Mursyid SE pada kesempatan itu mengatakan, program” KANGGO RIKO 2018″ tersebut di anggarkan dari Alokasi dana desa (ADD) tahun 2018.

Dalam program inovasi yang diberi nama “KANGGO RIKO 2018” ini, Pemdes Tegalharjo juga memberikan insentif bagi perangkat desa, Ibu-ibu kader Posyandu.guru-guru honorer TK, para ustad dan juga RT/RW sedesa Tegalharjo.

Sebanyak 76 RT/RW menerima 6 bulan insentifnya. sedang 20 anggota Ibu – ibu Kader Posyandu menerima satu tahun penuh insentifnya, di tambah tunjangan hari raya yang dianggarkan dari kantong pribadi bapak kepala desa.

Sikap dermawan kepala desa ini rupanya tidak hanya berlaku bagi kader – kader Posyandu. sebayak 21 guru TPQ juga menerima insentifnya satu tahun penuh. namun juga untuk pertama kalinya dan satu-satunya, pemerintah desa Tegalharjo memberikan insentif bagi guru-guru honorer TK. walau masih 9 guru honorer dari 5 lembaga sekokah TK yang menerima insentif. rasa bahagia bercampur dengan bangga menyelimuti 9 guru yang hadir di tengah-tengah acara.

di temui dalam selah acara ibu atmani salah satu perwakilan guru honorer Tk menjelaskan. “Saya berterima kasaih atas pembuktian kerja kepala desa yang turut memikirkan nasib guru honorer, bahkan lembaga kami juga mendapat bantuan renofasi”.

Harapnya dari terselenggaranya Program Inovasi Desa “KANGGO RIKO 2018” Mursyid SE selaku kepala desa Tegaharjo berharap upaya pemerintah memberdayakan masyarakat miskin ini dapat mengurangi jumlah kemiskinan di desanya.

Dirinya juga sangat berharap, agar warga masyarakat bisa bekerjasama dengan pemdes untuk saling menjaga keamanan desa, saling berkomunikasi agar bersinergi dalam upaya memajukan Desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore. (*/seagate)

Related Post