
Gempurnews.com – Banyuwangi. Aksi heroik yang dilakukan seorang sopir bata kini ramai menjadi perbincangan masyarakat banyuwangi. Pasalnya aksi heroik yang dilakukannya berhasil menyelamatkan ratusan jiwa penumpang KA Pandanwangi dari kemungkinan kecelakaan akibat putusnya rel perlintasan kereta api tepatnya disekitar KM 2+6 antara stasiun Rogojampi-Karangasem.
Rohmat (42) warga Dusun Mantren, RT 02/RW 06, Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi yang kini berprofesi sopir pick up pengangkut material ini dahulunya seorang sopir expedisi Jawa Bali, namun karena situasi masih sepi, Rohmat memilih menjadi sopir mobil pick upnya sendiri dengan mengangkut batu bata merah di wilayahnya.
aksi heroiknya ini bermula saat dirinya pada Kamis pagi (23/08/2018) hendak mengirim batu bata di rumah Andik (55) yang beralamat di Dusun/Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Lokasi rumah milik Andik tersebut juga tidak jauh dari perlintasan
Rohmat mengaku pada saat akan menurunkan 2.000 biji batu bata yang dipesan oleh Andik, melihat Andik berada di rel KA dengan memasang sebatang bambu dengan dilengkapi kresek berwarna merah yang ditancapkan dibebatuan rel KA layaknya kibaran bendera.
Karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Andik, akhirnya Rohmat pun bertanya kepada Andik. “Mau apa menancapkan bendera di tengah rel ?”. Dengan tegas Andik menjawab pertanyaan Rohmat, “itu relnya patah, mangkanya saya kasih isarat biar pada saat ada kereta lewat bisa menghentikan lajunya,” cetusnya.
Mendengar jawaban tersebut, Rohmat langsung bergegas lari menuju rel kereta api yang patah itu. Melihat kejadian tersebut Rohmat pun sempat bingung, bahkan dirinya sempat menelpon temannya yang bertugas di stasiun KA Rogojampi, namun tidak berhasil dihubungi karena nomer Hpnya tidak aktif.
Selang beberapa lama kemudian, suara KA Pandanwangi dari arah selatan yang hendak menuju stasiun berikutnya didengar oleh Rohmat, ia semakin bingung untuk memberikan informasi bahwa ada rel yang terpatah, ditambah jalur perlintasan rel KA menikung membuatnya sedikit kesulitan.
Akhirnya Rohmat mempunyai inisiatif sendiri dengan berusaha menyelamatkan nyawa orang banyak, “saya takut Kereta ini anjlok, apapun yang terjadi akan saya lakukan,” tuturnya
Nampak dari kejauhan terlihat KA akan datang, akhirnya bambu yang di lengkapi kresek berwarna merah itu ia cabut dan mengibarkan ngibarkan ke arah masinis KA Pandanwangi sebagai aba aba supaya masinis menghentikan laju perjalanan kereta.
“Terpaksa saya menghentikan kereta yang penuh penumpang itu.” katanya
Beruntung masinis kereta berhasil memperlambat laju KA, masinis pun mengeremnya, dan Rohmat memberitahu masinisnya bahwa relnya putus. Bahkan sebagian gerbong kereta pun juga sempat melintasi rel yang patah itu.
Kemudian masinis juga turun dari lokomotif mengecek keadaan rel yang patah. “Disaat benar benar berhenti, masinis turun mengecek rel dan memfotonya, Bahkan beberapa penumpang juga ikut turun melihat keadaan yang terjadi,” jelasnya
Selanjutnya, dalam beberapa menit kereta itu berhenti, kemudian masinis melanjutkan perjalanannya dengan pelan pelan dan berhati hati, dan dengan cepat rel yang putus itu tengah dalam penanganan petugas.
Dalam aksi heroiknya ini, Rohmat mendapat banyak pujian dari beberapa orang terdekatnya, bahkan foto KTP dan nomer HPnya diminta oleh petugas dan kereta api. (*)



