GempurNews. Com – Indonesia – Jawa Timur – Kabupaten Malang
Terpencil dan jauh dari keramaian, pusat kota dan pusat pemerintahan ternyata tidak menyurutkan semangat ibu ibu lansia Dusun Sumberwangi untuk berperan aktif dalam melestarikan kearifan budaya lokal berupa kesenian karawitan dan campursari (Kamis, 4 Oktober 2018)
Kesenian modern yang ditampilkan oleh muda mudi sudah biasa kita lihat dan kita dengar, tapi kesenian karawitan dan campursari serta fashion show yang diperankan oleh ibu ibu lansia nampak aneh dan langka di telinga kita. Fakta inilah yang ada dan terjadi di Dusun Sumberwangi Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan jauh dari pusat kota maupun pemerintahan ini, animo masyarakatnya sangat tinggi. Mereka rela menunggu dan tidak beranjak dari tempatnya hingga acara sampai selesai.
Hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh ibu ibu lansia seperti ibu Ramini, ibu Martutik serta Srikandi DPK, PKP/INDONESIA ibu Dwi Supeni Rahayu, mereka adalah tokoh tokoh sentral di Dusun Sumberwangi. Usia boleh lansia tapi semangat untuk memajukan seni di desanya melebihi para remaja.
Tidak ketinggalan para putra daerah yang akan mengikuti pemilihan legislatif juga nampak hadir, diantaranya mohamad Saidul Holik, Eko Mardianto (DAPIL 1), Totok Nasib Winarto (DAPIL 2). Suwono, Kristin Purwaningtyas, Samir Adi S. (DAPIL 3), Endah Rahmawati (DAPIL 5).
Para calon wakil rakyat tersebut sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan positif dengan kegiatan ini.
Semua rangkaian kegiatan diatas juga tidak bisa dilepaskan dari peran para tokoh Dusun Sumberwangi seperti bapak Bawon. Beliau (bapak Bawon, red) menaruh harapan besar kepada putra daerah yang terpilih mampu mengejawantahkan kesenian budaya karawitan dan campursari ini agar terus terpelihara dari generasi ke generasi. Seperti yang dituturkan ke Media Gempur, ” Kesenian Karawitan dan Campursari ini produk lokal Dusun Sumberwangi mas, ini warisan budaya leluhur kita lho….., masak tinggal melestarikannya saja kita nggak bisa, malu khan dengan ibu ibu lansia yang diatas panggung itu, sambil menunjuk kepada ibu Ramini dan ibu Martutik. Lihat mas, semangat mereka seperti nggak sadar kalau mereka sudah lansia, tentu ini mengandung pesan moral kepada generasi muda Dusun Sumberwangi, “Mosok semangate kalah karo aku sing wis tuwek iki rek… (masa semangatnya kalah dengan aku yang sudah tua ini). Mungkin begitu mas pesannya.
Lain halnya dengan salah satu penonton yang datang dari Desa Wonorejo Kecamatan Bantur, bapak Mujiari, “Kesenian ini termasuk langka, padahal hanya setingkat RW dan diikuti oleh beberapa RT saja tapi meriahnya luar biasa. Benar benar meriah, para lansia mampu menghipnotis penonton sampai tidak beranjak dari tempatnya menonton. Mereka tidak hanya pandai nyinden dan nembang saja tapi bisa memperagakan FASHION show layaknya model kelas dunia, ha.. ha.. ha.. ujarnya sambil terkekeh kekeh.
Kegiatan yang diawali dengan tari Remo, lagu lagu dari para remaja yaitu MITHA, TATA dan TETI, campursari serta Fashion Show dari para lansia dan diakhiri dengan ramah tamah. (Muji – Gempur MalRa)





