Kab. Malang, Gempurnews – Limbah kotoran sapi perah yang mengalir dari peternakan milik Susilo, Wasim dan PT. Grenfil jadi satu ke sungai supit Urang bertemu Sungai Ampo menjadikan Sungai Keruh dan bau.
Dari informasi yang dihimpun, Susilo, salah seorang pemilik peternakan, pernah di datangi LSM, dan tokoh Masyarakat.
Dari pertemuan tersebut, Susilo mengaku pada awak media bahwa sudah membayar sejumlah biaya pada dinas Lingkungan Hidup melalui PT.Grenfil. Selain itu, masih kata Susilo, pihaknya juga pernah memberikan biaya terkait keberadaan peternakannya pada ketua RT Dusun Jambuer.
Namun saat ditanya nama ketua RT tersebut, Susilo mengatakan tidak tahu.
Dari pengamatan gempurnews, kondisi aliran sungai Supit Urang memprihatinkan, terutamata akibat keberadaan ternak sapi perah yang ada di RT. 01 / RW. 01 Dusun Jambuer Desa Balesari Kec. Ngajum Kab. Malang.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan, mengingat akhir – akhir merupakan awal musim kemarau. “Saat ini debit sungai mulai turun, akibatnya aliran Sungai Ampo nampak dengan kotoean yang bisa menimbulkan rasa gatal bagi yang memanfaatkan aluran sungai itu. Selain itu, air sungai juga menimbulkan bau tak sedap, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan,” tutur salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
“Sungai Ampo yang dulunya sebagian MCK kini menjad keruh dan kotor untuk itu warga Dusun Nanasan Desa Balesari, Dusun Berjo Desa Ngajum, Dusun Lopawon Desa Kebobang terpaksad mencari sumber air di daerah yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Nanasan, Desa Balesari, Kec. Ngajum. Masyarakat Dusun Sombon Suberjo, Desa Ngajum.Kec.Ngajum,” imbuhnya. (sarju)




