Surabaya, Gempurnews.com
–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri dua acara berbeda yang melibatkan siswa-siswi kemarin (19/12). Nuansa dua acara tersebut membuat TERHARU.
Pagi, sekitar pukul 08.30, di Balai Budaya Risma menghadiri acara apresiasi untuk siswa-siswi yang meraih penghargaan. Mulai bidang sains, olahraga, hingga seni. Ratusan anak juga terlibat dalam operet yang menggambarkan kondisi anak-anak Surabaya.
Operet dengan tarian dan lagu itu menceritakan keriangan masa kecil dengan permainan tradisional, perawatan taman-taman, hingga prestasi-prestasi yang membanggakan Surabaya Wajah Risma tampak mendominasi tampilan di layar lebar yang menjadi background pagelaran tersebut. Perpaduan nyanyian dan alunan musik mampu membuat banyak penonton, termasuk Risma, terharu. Ada penonton yang sampai mengusap air mata dengan tisu. Terutama saat dinyanyikan lagu berjudul Bunda .
Di akhir acara, Risma memotivasi para siswa itu agar tidak berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Mereka harus terus-menerus memacu diri agar bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi. ”Kalau sekarang dapat emas, harus berusaha dapat yang lebih tinggi lagi, platinum, ya anak-anakku,” ujar Risma.
Motivasi yang hampir sama disampaikan oleh Risma saat bertemu dengan 101 siswa yang terlibat kenakalan anak-anak.
Mereka dikumpulkan di Siola lantai 4 sekitar pukul 13.00. Anak-anak itu adalah mereka yang tertangkap satpol PP saat hendak tawuran. Ada pula yang tertangkap kala mengisap sisha dan membolos.
Risma sangat marah karena para siswa itu cengengesan. Terutama kala Risma meminta para orang tua untuk lebih perhatian kepada anak-anaknya. ”Jangan tertawa, orang tua kalian kalian tertawakan. Kalian pikir kalian ini siapa?” ujar Risma dengan nada yang sangat tinggi. Anak-anak terdiam. Begitu pula para orang tua. Suasana sempat hening beberapa saat.
Cara Risma memberikan pengertian agar anak-anak tidak menyia-nyiakan masa muda sempat membuat haru. Risma bertanya kepada beberapa anak tentang masalah mereka. Rata-rata kisah mereka mengharukan sampai membuat yang hadir mengelus dada dan menangis.
”Tidak ada sedikit pun niat saya untuk melukai anak-anak. Saya tidak bangga dengan semua penghargaan yang saya peroleh kalau anak-anak tidak berhasil,” ujar Risma.(jon)

