Surabaya, Gempurnews.com – Seorang pasien positif virus corona meninggal di RSUD dr Moewardi, Solo. Pasien tersebut merupakan warga Magetan, Jawa Timur.
Melihat hal ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Tim medis telah melakukan swab (cairan di tenggorokan) terhadap orang terdekat pasien corona asal Magetan, Jawa Timur, yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini, sudah dilakukan penelusuran dan dua orang telah diisolasi, yakni istri dan anak dari pasien yang meninggal tersebut.
“Tim sudah turun, Istrinya diisolasi di RS Soedono Madiun, kemudian putranya sekarang (diisolasi) di RS Saiful Anwar Malang,” ungkap Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, 15 maret 2020.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, penelusuran dilakukan setelah mengetahui ada warga Jatim yang meninggal karena Covid-19.
Selain itu, Pemprov Jatim bersama Pemkab Magetan telah mengidentifikasi siapa-siapa yang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Langkah opsi isolasi pun sudah dilakukan oleh rumah sakit rujukan sebagai langkah pencegahan.
Khofifah pun berpesan pada siapapun yang merasa pernah berinteraksi dengan pasien tersebut untuk segera memeriksakan dirinya di RS rujukan terdekat.
Menurutnya, ada tujuh orang terdekat pasien yang diperiksa dan diambil sampelnya. Dan dua orang di antaranya, yakni istri dan anaknya, mengeluh demam, batuk, dan sesak napas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.
Saat ini, dua orang kerabat pasien meninggal karena terjangkit virus corona itu berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).
“Istrinya ini ada keluhan panas, batuk, sesak napas, karena dia kontak dengan orang yang risiko tinggi. Sekarang dirawat di ruang isolasi, jadi masuk pasien dalam pengawasan di RS Soedono dan anaknya di RS Syaiful Anwar, keluhannya sama,” ungkapnya.
Sedangkan lima orang yang diperiksa swab, tidak mengalami keluhan apa pun dan tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Namun tetap masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP). “Kita harapkan mereka mengisolasi diri rumah, sampai masa inkubasi selesai,” tegasnya Herlin.
Sebelumnya, Juru bicara penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus virus corona (Covid-19) tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Banten. Kini, pemerintah sedang menelusuri kasus virus corona di daerah-daerah tersebut.( yul )






