HomeJawa TimurTak Lagi di Lumajang, PSHW Resmi Akuisi Semeru FC

Tak Lagi di Lumajang, PSHW Resmi Akuisi Semeru FC

LUMAJANG – Dunia persepakbolaan di Kabupaten Lumajang kembali redup. Pasalnya, Semeru FC yang semula digandrungi masyarakat Lumajang kini sudah bukan lagi menjadi miliknya. Karena Semeru FC Sudah diakuisisi oleh Muhammadiyah Jawa Timur dan berubah nama menjadi PS Hizbul Wathan.

Diketahui, Klub yang langsung bertengger di Liga 2 itu akhirnya harus meninggalkan Lumajang, kabarnya klub tersebut akan bermarkas di Sidoarjo.

H. Thoriq Alkatiri, mantan CEO Semeru FC Lumajang mengatakan, perpindahan pengelolaan Semeru berlangsung pada detik-detik akhir penutupan pendaftaran Liga 2.

Advertisement

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di ruang media stadion Semeru Lumajang, Kamis (19/3/20)

Dihadapan awak media Thoriq menyampaikan pengelolaan Semeru FC terpaksa dilakukan karena persoalan anggaran yang dibutuhkan untuk bisa menjalani Liga 2 pada musim ini.

Pada waktu itu, kata Thoriq, pendaftaran Liga 2 ditutup tanggal 25 Februari, untungnya pada hari itu kami berhasil membuat kesepakatan dengan pengelola yang baru yakni PSHW (Hizbul Wathon)

“Bayangkan kalau hari itu kita tidak sepakat, maka tim ini tidak bisa berlaga di Liga 2,” imbuhnya.

Lumajang memang masih memiliki sejumlah persoalan yang sangat besar, mulai dari jumlah penonton, minimnya sponsor dan persoalan lainnya, sehingga terpaksa tim ini harus pindahtangankan untuk tetap bisa berada di Liga 2.

H. Thoriq Alkatiri menambahkan, secara fasilitas sebenarnya Lumajang sudah memenuhi syarat, hanya saja masalah besarnya kebutuhan anggaran yang akhirnya Semeru FC terpaksa hengkang dari Lumajang.

Dalam kesempatan itu seluruh jajaran manajemen Semeru FC menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Lumajang, utamanya seluruh suporter yang telah memberikan dukungan untuk Semeru FC, atas segala sumbangsihnya disampaikan terimakasih.

Pada kesempatan yang sama, jajaran manajemen juga menjelaskan terkait upaya mempertahankan tim kebanggaan masyarakat Lumajang ini.

“Kami telah bekerja keras untuk mempertahankan tim Lava Semeru ini, namun apa daya, tak ada pilihan lain kecuali melepaskannya. Kami kasihan melihat Bang Thoriq yang siang malam memikirkan masalah ini,” ujar Mikko, salah seorang Manajer pengelola Semeru FC Lumajang.

“Bupati juga berusaha. Namun ada banyak kendala yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Satu satunya bupati dari lima bupati yang berani membuka MOU dengan kami, hanya bupati yang sekarang,” pungkas Mikko. (**/red)

RELATED ARTICLES

Most Popular