Cegah Resesi, Pemerintah Dorong Konsumsi Barang Dalam Negeri

0
49

 

CIMAHI – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa Pemerintah mendorong konsumsi barang dalam negeri dalam rangka mencegah potensi terjadinya resesi.

“Konsumsi pemerintah masih anjlok, jadi kita dorong konsumsi pemerintah agar bisa lebih tinggi sehingga tidak terjadi resesi,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020

Dalam pernyataannya, Iskandar menyatakan bahwa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat aktivitas masyarakat aktivitas perekonomian terganggu sehingga perekonomian Indonesia di kuartal II tahun ini mengalami kontraksi hingga 5,32 persen.

Iskandar berpendapat jika di antara berbagai faktor yang mengakibatkan ekonomi nasional turun dan terganggu, salah satunya yaitu konsumsi pemerintah yang tidak maksimal sehingga terkontraksi 6,9 persen di kuartal II-2020.

Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan konsumsi pemerintah terkontraksi karena realisasi belanja barang dan jasa serta pegawai turun seiring adanya penundaan kegiatan K/L.

“Sekarang leading indicator mulai membaik salah satunya adalah PMI manufaktur tapi Covid-19″. Covid-19 ini belum berakhir. Kalau ada second wave ekonomi pasti akan turun lagi,” katanya.

Iskandar memastikan pemerintah akan menyeimbangkan antara bidang kesehatan dan ekonomi sebab dua hal tersebut merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam kondisi krisis saat ini.

Ia menjelaskan pemerintah tidak bisa menjadikan bidang kesehatan sebagai prioritas satu-satunya karena jika ekonomi hancur maka terjadi kelaparan, PHK, hingga kegaduhan sosial yang dahsyat di masyarakat.

Begitu pula dengan sektor ekonomi yang tidak dapat dijadikan sebagai prioritas satu-satunya karena akan menimbulkan gelombang kasus Covid-19″ Covid-19 yang besar.

“Kita bermain rem dan gas. Ini perlu diseimbangkan kesehatan dan kesejahteraan sehingga pemerintah mendorong keduanya dengan menganggarkan kesehatan dan menjaga ekonomi tetap tumbuh,” jelasnya. (san)