Hutan Pelangi Diajukan ke UNESCO

0
27
Hutan pelangi di Sumberwringin Bondowoso

 

BONDOWOSO – Hutan pelangi di Bondowoso diajukan sebagai Global Geological Park ke UNESCO untuk bidang biologi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pariwisata Dinas Parpora Bondowoso, Arif Setyo Raharjo pada Senin (14/9/2020).

“Betul. Kawasan hutan itu diajukan sebagai Global Geological Park ke UNESCO, dengan subtitle National Geopark Ijen,” jelasnya.

Arif juga memaparkan, kawasan hutan pelangi tersebut saat ini memang dikelola oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Arif juga menjelaskan, kawasan hutan pelangi ini dikelola oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lembaga tersebut untuk mengajukan hutan pelangi sebagai Global Geopark bidang biologi,” urai Arif.

Kawasan hutan pelangi seluas sekitar 23 hektar itu masuk dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sumberwringin.

Disebut hutan pelangi karena batang pohon yang memiliki nama Latin eucalyptus ini memang tampak berwarna-warni bak pelangi yakni hijau, kuning, merah jingga, hingga kebiruan.

Ahli biologi Universitas Jember, Rendy Setiawan menyebutkan, warna pada batang pohon eucalyptus itu disebabkan karena proses oksidasi antara kambium dengan oksigen.

“Ketika getah atau kambium tanaman itu mengelupas, jadilah gradasi warna. Batang pohon di hutan pelangi tersebut akan berwarna hijau, kuning, merah jingga, hingga biru tua, lalu coklat. Siklus tersebut akan berlangsung dan selalu berulang sepanjang tahun,” paparnya. (gus)