L-SAE Bakal Verifikasi dan Sertifikasi Keahlian Warga Binaan

0
10

 

MALANG – Lembaga Sarana Asimilasi dan Edukasi (L- SAE) di Lapas Siji Malang (L’SIMA) yang ada di Desa Maguan Kecamatan Ngajum kabupaten Malang diharapkan, Rabu (16/9/2020) diresmikan Kemenkumhan.

Keberadaanya diharapkan bisa menjadi lembaga pemasyarakatan yang membina warga binaan dengan kualitas terverifikasi dalam berbagai pelatihan yang ditandai dengan sertifikat keahlian. Selain itu, diharapkan juga eks warga binaan bisa kembali hidup bermasyarakat dan berguna bagi bangsa dan negara.

Peresmian lapas dihadiri Wakil ketua MPR RI, Panglima Kostrad, Bupati Malang, Wali Kota Batu, Wali Kota Malang, Kapolres Malang, Kejari Malang.

Bupati Malang, M. H. Sanusi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas hadirnya Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Laoly.

“Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas kelas Siji Malang ini selain menjadi tempat pelatihan warga binaan, juga bisa menjadi deetinasi wisata edukasi bagi masyarakat,” terang Bupati.

Selain itu, imbuhnya, hiharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi, khusus bagi Masyarakat Desa Maguan dan sekitarnya karena didalamnya tersedia tempat ibadah yang dikelilingi kolam ikan dan taman bunga. Bahkan kafe sebagai pelengkap sarana hiburan keluarga tersedia pula.

Sementara itu, wakil ketua MPR RI, Ahmad Basarah, dari fraksi PDI Perjuangan menyampaikan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini dibuat praktek pelatihan kemandirian agro bisnis dan asimilasi warga binaan.

“Tempat ini dibangun sebagai tempat pelatihan dalam bidang pertanian, pertamanan, peternakan dan perikanan, dibawah bimbingan rekan – rekan dari Paliragan Tunggal dan yayasan Perempuan Mandiri,” imbuhnya.

Masih dalam acara tersebut, Yasonna Laoly mengatakan asimilasi merupakan program untuk warga binaan yang memberikan kesempatan bekerja di luar lembaga pemasyarakatan, sekaligus belajar sosialisasi berbaur pada masyarakat.

“Tapi perlu juga digarisbawahi, bahwa tidak semua narapidana dibina di tempat ini. Hanya warga binaan yang berpotensi dan telah memiliki kesempatan sesuai undang – undang,” tegas Menkumham.

Dia menambahkan, nantinya hasil produksi warga binaan di lapas ini akan dipasarkan hingga ke luar negeri. (srj)