Pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, Sudah Berdasarkan Tahapan dan Aturan.

0
18

CIMAHI — (02/12/2020)
Setiap pemilihan pimpinan merupakan sarana berdemokrasi bagi warga masyarakat, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Panitya pemilihan RW 19 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, (02/12/2020), walaupun dengan tahapan yang cukup menguras tenaga dan fikiran pihak Panitya Pemilihan, akhirnya secara aklamasi dimenangkan oleh Ketua RW yang lama Kusmawan.

Lurah Cibabat, Seta ketika dimintai keterangan oleh Wartawan Gempur News menjelaskan, “Terkait dengan pemilihan dan pelantikan Ketua RW 19 Kelurahan CibabatvKemarin
,pada dasarnya sudah sesuai dengan persyaratan, dasar dari pelantikan ketua RW 19 Kelurahan Cibabat adalah berdasarkan musyawarah dan mufakat dari para ketua RT dan tokoh masyarakat serta sebagaian warga yang mewakili RW 19 dan memilih kembali Pak Kusmawan menjadi Ketua RW 19, secara pendekatan Hukum telah dijalankan, dasar pelantikan KetuaRW 19 kemarin Adalah Berita Acara Musyawarah mufakat dari warga di RW 19.

Pelaksanaan tugasnya sendiri mulai efektif setelah kemarin dilaksanakan pelantikan pada Hari Jumat.
,harapan Kami dari pemerintah dalam hal ini kelurahan, karena Pak Kusmawan menjadi ketua RW merupakan mitra Kelurahan dalam pelaksanaan program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota yang sifatnya Bottom Up atau Top Down Harapan Kami Pak Kusmawan dapat bersinergi, bekerja sama dengan tujuan agar Masyarakat di RW19 dapat tetap terfasilitasi dan mendapatkan pelayanan yang prima dan dapat menjadi lebih sejahtera ke depannya untuk lingkungan RW 19.” Terang Lurah Cibabat Seta.

Ditempat yang sama Camat Kecamatan Cimahi Utara, Endang menjelaskan, “Jadi begini, Panitya ini sudah melaksanakan tugas nya mereka(Panitya), melakukan proses pemilihan Ketua RW 19 Kelurahan Cibabat, mulai dari Tahapan, persiapan kemudian penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, pelaksanaan pemilihan sampai dengan pemungutan suara.

Kemudian terjaring 4 orang Calon plus In Cumbent, Panitia kemudian melaporkan kepada kami, namun karena berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan dipandang tidak sesuai aturan yakni Incumbent ini mencalonkan yang ke 3 kalinya atas usulan warga, sehingga kami menolak untuk menindak lanjuti dan kami kembalikan lagi kepada panitya untuk dilakukan pemilihan ulang, mekanisme apakah dengan pemungutan suara atau dengan musyawarah.

Intinya hasil pemilihan dikembalikan lagi, kemudian dengan bernagai pertimbangan masalah waktu, biaya dan sebagainya serta mengacu pada Perwali yang mengatur mengenai pemilihan RT dan RW ini yakni PerWal no.31 tahun 2018, bahwa pemilihan RT dan RW itu dilakukan paling utama melalui musyawarah mufakat, jika musyawarah mufakat tidak didapatkan hasil maka dilakukan pemungutan suara, akhirnya Panitya melakukan pemilihan melalui musyarah dan mufakat disana para calon yang tadinya merupakan Rival kemudian mengikuti Musyawarah Mufakat, dari hasil Musayawarah Mufakat ini Akhirnya terpilih kembali Ketua RW 19 itu atas nama Pak Kusmawan, atas dasar inilah kemudian panitya menyodorkan kepada kami

“Dari Hasil ini kami telah menyampaikan bahwa hasil pemilihan ini memunculkan nama pak Kusmawan namun karena ada satu pertimbangan wakutu, biaya dan sebagainya maka panitya mereka menyampaikan tidak mungkin melakukan proses pemilihan lagi sehingga akan kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pemilihan, sehingga akhirnya Kami memutuskan kita panggil para panitya, beberapa tokoh Masyarakat kemudian para calon.

Sehingga pada saat itu di sepakati bahwa musyarawah ini yang akan disodorkan kepada kami untuk ditindak lanjuti karena untuk melakukan proses pemilihan lagi itu tidak mungkin,disisi lain pelayan kepada masyarakat harus tetap berjalan, karena disatu RT atau RW tidak boleh pelayanan kepada masyarakat itu kosong.

Pada intinya untuk RW yang pertama memang RW ini merupakan partner atau rekan kerja dari Kelurahan dan Kecamatan sehingga siapapun itu kami tidak berkepentingan, yang penting RW yang bersangkutan dapat nersinergi dengan kami, yang kedua yang bersangkutan karena sosok RW ini merupakan pimpinan di wilayah sehingga setiap program yang dilaksanakan di wilayah RW dapat dilaksanakan dan dapat diikuti oleh masyarakat, sehingga sosok RW ini tentunya adalah sosok yang memang menjadi aspirasi masyarakat, Kemudian yang ke tiga Kita juga berkepentingan karena RW ini sebagai kepanjangan tangan Kita untuk melakukan pelayanan di Masyarakat.

Sehingga kalau misalkan terjadi kekosongan RW dilapangan ini merupakan kendala bagi kami juga, jangan sampai masyarakat terganggu, poinnya adalah Kondusifitas wilayah,pelayanan keoada masyarakat tidak terhambat.” Pungkas Camat Cimahi Utara Endang, menyampaikan kepada Wartawan Gempur News.

(EDISON)