Akibat Longsor, Satu Orang di Kawasan Perumahan Griya Sulfat Inside Hilang

0
12

Akibat Longsor, Satu Orang di Kawasan Perumahan Griya Sulfat Inside Hilang

MALANG – Terjadi tanah longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kota Malang saat hujan lebat pada Senin (18/1/2021). Salah satu warga hilang, diduga terseret tanah longsor. Korban bernama Roland Sumarna (40), merupakan penghuni rumah di kawasan tersebut.

Sutiaji, Wali Kota Malang membenarkan ada satu korban hilang yang sampai saat ini belum ditemukan. Pihaknya berharap agar korban segera ditemukan.

“Kita mohon doa semoga korban dari kejadian ini segera bisa ditemukan. Ada Basarnas, TNI, Polri yang dengan sigap akan menyisiran dibeberapa titik,” ujar Sutiaji, Selasa (19/1/2021).

Saat ini Pemkot Malang sedang mencari Pengembang Sulfat Inside, terkait tanah longsor yang memakan korban jiwa tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengaku belum menemukan keberadaan pengembang.

“Kami akan minta klarifikasi dari pihak perumahan tersebut untuk mencari kebenarannya,” ucap Hadi, Rabu (20/1/2021).

Dia menuding pengembang melakukan sejumlah pelanggaran, seperti tidak memberi jarak sampai enam meter antara bibir sungai dengan rumah warga.

Dia mengimbau seluruh developer hati-hati saat mengerjakan konstruksi. Sebelum membangun rumah, pengembang perlu membangun dinding penahan dari beton agar konstruksi dan pondasi bangunan kuat dan mengantisipasi adanya tanah longsor.

Terkait sanksi mengenai pelanggaran ini, dia mengungkapkan sanksi hanya bisa dilakukan oleh organisasi pengembang seperti Real Estate Indonesia (REI) atau APERSI.

“Banyak pengembang yang melanggar aturan sesuai PSU. Saya menunggu niat baik dari pengembang,” tandasnya. (srj)

MALANG – Terjadi tanah longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kota Malang saat hujan lebat pada Senin (18/1/2021). Salah satu warga hilang, diduga terseret tanah longsor. Korban bernama Roland Sumarna (40), merupakan penghuni rumah di kawasan tersebut.

Sutiaji, Wali Kota Malang membenarkan ada satu korban hilang yang sampai saat ini belum ditemukan. Pihaknya berharap agar korban segera ditemukan.

“Kita mohon doa semoga korban dari kejadian ini segera bisa ditemukan. Ada Basarnas, TNI, Polri yang dengan sigap akan menyisiran dibeberapa titik,” ujar Sutiaji, Selasa (19/1/2021).

Saat ini Pemkot Malang sedang mencari Pengembang Sulfat Inside, terkait tanah longsor yang memakan korban jiwa tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengaku belum menemukan keberadaan pengembang.

“Kami akan minta klarifikasi dari pihak perumahan tersebut untuk mencari kebenarannya,” ucap Hadi, Rabu (20/1/2021).

Dia menuding pengembang melakukan sejumlah pelanggaran, seperti tidak memberi jarak sampai enam meter antara bibir sungai dengan rumah warga.

Dia mengimbau seluruh developer hati-hati saat mengerjakan konstruksi. Sebelum membangun rumah, pengembang perlu membangun dinding penahan dari beton agar konstruksi dan pondasi bangunan kuat dan mengantisipasi adanya tanah longsor.

Terkait sanksi mengenai pelanggaran ini, dia mengungkapkan sanksi hanya bisa dilakukan oleh organisasi pengembang seperti Real Estate Indonesia (REI) atau APERSI.

“Banyak pengembang yang melanggar aturan sesuai PSU. Saya menunggu niat baik dari pengembang,” tandasnya. (srj)