10 Tahun Berkiprah, LSM KOMPAS Tingkatkan Program Peningkatan SDM

0
25

CIMAHI – Di tahun 2021 ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi (LSM KOMPAS) genap 10 tahun berkiprah di masyarakat. Sebagai wujud rasa syukur dalam menyambut hari jadinya, rangkaian kegiatan unggulan yang berbasis peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pun telah terprogram dan digulirkan pada Sabtu (23/1/2021)
Pada Januari ini, melalui Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (PKSDM) LSM KOMPAS menyalurkan 500 paket bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada penerima manfaat kategori keluarga kurang mampu di 6 (enam) kabupaten/Kota, diantaranya Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Cianjur.
Menurut Keterangan Koordinator Nasional LSM KOMPAS, Fajar Budhi Wibowo, program ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bantuan ditujukan kepada pelajar SD, SMP, SMA sederajat yang belum tersentuh oleh program PIP/KIP didaerahnya.
Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebagai organisasi nasionalis, LSM KOMPAS juga menggulirkan program Syiar NKRI dan Deradikalisasi (SAKRAL) dalam bentuk kompetisi video Hafalan Teks-Teks Nasionalisme (Pancasila, Sumpah Pemuda, Tri Sakti Bung Karno dan Pembukaan UUD 1945).
“Kompetisi ini diikuti secara antusias oleh pelajar tingkat SD sampai dengan SMA dari berbagai daerah. Video Hafalan tersebut diunggah pada kanal Youtube LSM KOMPAS, yang mana nantinya akan dijaring peringkat 10 (sepuluh) besar video dengan viewers/penonton terbanyak dan 3 (tiga) video hapalan terbaik.” jelasnya.
Kompetisi tersebut bertujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme dikalangan generasi muda. Sebagai apresiasi, penghargaan dan motivasi bagi para pemenang, LSM KOMPAS telah menyediakan hadiah dalam bentuk Bantuan Dana Penunjang Pendidikan serta beasiswa Kuliah S1 bagi pelajar kelas 12 bila ada yang masuk menjadi pemenang.
Selain memberikan perhatian kepada masyarakat melalui program-program unggulan, LSM KOMPAS pun memiliki cara yang berbeda yang menjadi ciri khas dalam melakukan penjaringan pada kader-kader organisatorisnya.
Hal itu dilakukan sejalan dengan salah satu misi yang diembannya, yakni Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia. Seleksi ketat dilakukan dari mulai penyaringan usia, pendidikan, sikap mental dan dedikasi. Yang lebih menarik lagi adalah, setiap anggotan yang terjaring diwajibkan melaksanakan tugas belajar dengan Program Beasiswa S1.
Hal tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan berbagai problematika atas situasi dan kondisi masyarakat saat ini dan agar terciptanya kader-kader organisatoris pemberdaya di internal LSM KOMPAS yang handal dan unggul, memiliki daya saing serta berkualitas.
Masih menurut Fajar, kader-kader organisatoris pemberdaya LSM KOMPAS diwajibkan mengamalkan dan mengimplementasikan ilmu hasil tugas belajar tersebut untuk memberdayakan diri sendiri, keluarga dan organisasi terutama dapat memberdayakan masyarakat binaannya.
“Semua upaya tersebut dilakukan dengan harapan tertanamnya loyalitas yang dibarengi dengan terciptanya kemandirian, tumbuhnya jiwa enterpreunership dan leadership dikalangan anggota,” pungkasnya. (Achmad Syafei)