Program Gerakan Bondowoso Bersedekah Disorot DPRD

0
13

BONDOWOSO – Program pengentasan kemiskinan melalui kotak amal yang ditempatkan di sejumlah kantor dinas Pemkab Bondowoso, ternyata menjadi sorotan DPRD.

Pasalnya, program tersebut dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas. Disebutkan bahwa penarikan dana dari masyarakat yang dilakukan Pemkab itu tanpa melalui persetujuan DPRD dalam bentuk Perda.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Ali Mansur menilai, seharusnya program kotak amal itu dikaji terlebih dahulu. Selain itu, juga harus punya dasar hukum yang kuat, seperti pajak maupun retribusi.

“Setiap pendapatan yang dikelola pemerintah harus masuk pendapatan daerah. Untuk itu, harus dilaporkan menjadi pendapatan daerah dan harus dipertanggungjawabkan,” kata dia sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/1/2021) lalu.

Pemkab Bondowoso memiliki kewajiban mengentaskan kemiskinan melalui APBD. Bukan melalui program kotak amal dan menarik sumbangan dari masyarakat.

Bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Pj Sekda Bondowoso Soekaryo. Ia menuturkan bahwa program kotak amal itu sudah diatur dalam Permensos Nomor 15 Tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan pengumpulan dan penggunaan sumbangan masyarakat bagi penanganan fakir miskin.

Pasal 11, menyebutkan pengumpulan sumbangan masyarakat seecara tidak langsung diselenggarakan melalui kegiatan sosial dengan cara penempatan kotak sumbangan di tempat umum.

Sedang pada pasal 18 disebutkan bahwa pengumpulan sumbangan masyarakat seccara tidak langsung dengan cara penempatan kotak sumbangan di tempat umum di tempat yang telah ditentukan.

Selain itu, juga diatur dalam Perbup Nomor 42 a Tahun 2019 tentang gerakan tanggap dan peduli masyarakat miskin Kabupaten Bondowoso.

“Kami ada landasan aturannya, di atasnya ada PP No 16 Tahun 2015 tentang tata cara pengumpulann dan penggunaan sumbangan masyarakat bagi penanganan fakir miskin,” papar dia.

Dia menegaskan program kotak amal itu ditempatkan di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Harapannya, warga mau bersedekah untuk pengentasan kemiskinan di Bondowoso.

“Kami menentukan di tempat-tempat, ada tamu lewat di sini, artinya itu sukarela, ada yang ngasi ada yang tidak ngasi juga,” ucap dia.

Dia menyebut, sumbangan kotak amal itu dilakukan karena APBD tidak cukup untuk pengentasan kemiskinan. Akhirnya mencari cara melalui program kotak amal.

“Jalan pintas barangkali ada orang yang mau beramal,” pungkas dia. (red)