Pembuatan Tanggul Tak Sesuai Standart, Warga Sumberwuluh Lapor Bupati

0
16

LUMAJANG – Tanggul penghalau aliran banjir Semeru dinilai tak sesuai standart keselamatan, Paguyuban Manual Sumberwuluh Bersatu ( PMSB), mendatangi kantor Mapolres dan Pemkab Lumajang, Selasa (23/02/2021).

Kedatangan mereka, untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak adanya bangunan tanggul sungai yang dibuat oleh CV Duta Pasir Semeru (DPS).

Pasalnya, mereka menganggap, tanggul sungai tersebut dapat menyebabkan terjadinya penumpukan material pasir, saat banjir akan terjadi luapan yang berdampak buruk terhadap masyarakat Desa Sumberwuluh.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang perwakilan PMSB, H Cukul kepada sejumlah media, usai mendatangi Mapolres Lumajang dalam rangka menyampaikan laporan terkait kekhawatiran warga.

Dikatakan Cukul bahwa atas nama warga Sumberwuluh dan atas nama Paguyuban Manual Sumberwuluh Bersatu (PMSB), sengaja melaporkan adanya tanggul sungai yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi warga.

“Pembuatan tanggul tidak sesuai standart keselamatan warga yang menyebabkan meluapnya aliran air ketika terjadi banjir datang, dan ini akan mengancam keselamtan warga sekitar Desa Sumberwuluh,” terang Cukul.

Sebagaimana surat resmi yang disampaikan, mereka menduga adanya kepentingan tertentu dari CV. Duta Pasir Semeru dalam memanfaatkan kesempatan pada pembuatan tanggul, tanpa mempertimbangkan keselamatan warga sekitar.

Mereka menyebut adanya pembiaran atau persetujuan yang tanpa memikirkan jangka panjang dari pihak-pihak terkait dalam pembuatan tanggul tersebut. Oleh karena itu mereka berkeinginan menghadap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, untuk melapor.

“Kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti dan segera diproses secara hukum yang berlaku, agar kami sebagai warga Sumberwuluh diberikan ketenangan dan rasa aman dari bencana banjir,” ujar Purwanto, salah seorang warga Kamar Kajang.

Ketika hendak menemui Bupati, seorang petugas di Pemda mengatakan bahwa Bupati sedang ada kegiatan, meraka akan ditemui pukul 15.00 WIB seusai sholat asar di rumah pendopo. Namun ditunggu hingga pukul 17.00 WIB, mereka belum bisa bertemu, informasi petugas di pendopo Bupati tidak bisa diganggu. (bam).