Beredar Surat Kades Legok Meminta Sumbangan Kegiatan PHBI

0
59

PASURUAN – Beredarnya surat edaran permintaan sumbangan/bantuan untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) oleh Pemdes Legok yang ditandatangani oleh Kades Legok Nur Salam menjadi buah bibir dikalangan warganya.

Masyarakat tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Kades Nur Salam yang baru terpilih tersebut dengan meminta sumbangan sebesar 10rb/rumah di setiap Dusun Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Ditengah himpitan ekonomi karena pademi Covid-19 yang belum reda, warga Desa Legok seakan-akan menjadi sapi perah Kades Nur Salam serta Pemdes guna meminta sumbangan tersebut.

Warga menyayangkan kebijakan yang dilakukan oleh Kades Nur Salam yang dinilai sangat bertolak belakang dengan apa yang digembor-gemborkan saat awal kampanye dulu dengan motto kampanye “Membuat masyarakat Desa Legok lebih sejahtera.”

Kekecewaan masyarakat tak terbendung lagi dengan umpatan warganya di beberapa tempat nongkrong yang disematkan kepada Kades Nur Salam.

“Mungkin bagi dia (Kades) uang segitu tak seberapa, tapi bagi kami warga tak mampu sangat berarti,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

“Jikalau tidak ada dana untuk kegiatan pengajian itu tidak usah dipaksakan dari pada menyusahkan warganya “yow ngene iki bek kadesa gak gelem bondo, jagakno sumbangan nang wargane”, masih mendingan Kades lama,” sahut salah satu warga.

Menanggapi adanya permintaan sumbangan oleh Kades Legok Nur Salam, Ketua AKD Gempol Suyanto menyampaikan “Kaget dan kecewa apa yang telah dilakukan oleh Kades Salam, seharusnya tidak perlu membebani masyarakat meski cuma 10rb,” ujarnya.

“Kasihan warga, sudah susah karena pademi Covid-19 sekarang malah dibebani dengan tarikan sumbangan dan memang “angel kandanane Kades Salam iku” dan semoga bisa belajar dari kesalahan tersebut,” celetuk ketua AKD Yanto.

Kades Nur Salam saat dikonfirmasi menyampaikan ” iya benar bahwa surat edaran itu untuk permintaan sumbangan kepada warga untuk dan saya mohon maaf,” ujar Salam.

Sementara itu, camat Gempol Taufiqul Ghoni saat dikonfirmasi awak media menyampaikan “hal seperti itu (sumbangan) tidak boleh dan tidak dibenarkan, dan kalau disitu ada kesalahan mohon diberi masukan agar tidak mengulangi kesalahan serupa dikemudian hari,” singkat Camat Ghoni. (por/mar)