Tanggap Bencana, Polres Lumajang Salurkan Makanan Siap Saji Pada Warga Terdampak Gempa Bumi

0
45

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si kembali menjadikan rumah dinasnya sebagai dapur umum, Sabtu (10/4/2021).

Hal itu sebagai wujud kesigapan pasca terjadinya bencana gempa bumi, dimana sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, turut terdampak. Rumah tempat tinggal warga rusak, hingga sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia.

“Malam ini, personil Polres Lumajang membuat dapur umum kembali, seperti halnya kemarin saat banjir di Kabupaten Lumajang,” ucap Kapolres Lumajang melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta, di hari yang sama.

Paursubbag Humas menambahkan, dapur umum tersebut menyiapkan makanan jadi ( siap saji ). Hal itu menyesuaikan kondisi terkini di wilayah terdampak bencana, agar masyarakat mudah tanpa harus memasak terlebih dahulu.

“Ini kami lakukan terus, tadi sudah kami alokasikan ke warga Pronojiwo. Hasil pantauan, Tempursari yang paling banyak, namun terlalu jauh, kita jangkau Pronojiwo terlebih dulu, baru besok dilanjut ke Tempursari,” imbuh Shinta.

Terus berpacu pihaknya saat ini, selain menyalurkan tersebut di atas, pihaknya juga menyalurkan beras sebanyak 55 karung, mie instan 16 dos, selimut 20 biji. Juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam sisi penanganan bencana lebih menyeluruh.

“Dapur umum ini digelar hingga beberapa hari ke depan sambil melihat perkembangan situasi penanganan dampak bencana gempa,” ujar Shinta.

Seperti halnya diketahui bersama, Gempa Magnitudo melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, satu diantaranya Kabupaten Lumajang, sore tadi.

Meski hanya hitungan detik, gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter itu cukup menghebohkan warga.

Dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) terkini, pusat gempa bumi terjadi di kedalaman laut 25 KM, 90 KM Barat Daya Kabupaten Malang Jawa Timur. Atau tepatnya di Lok:8.95 LS,112.48 BT.

Tidak berpotensi terjadi tsunami, akan tetapi gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan tempat tinggalnya warga, hingga korban jiwa.