DPRD Barut Gelar RDP Jalan Nasional Digunakan Pihak Perusahaan

0
47

BARITO UTARA -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Barito Utara. Menggelar Rapat dengar pendapat(RDP)terkait beberapa perusahaan tambang batu bara yang  menggunakan akses jalan nasional,di lintas  Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara(Kalteng).RDP yang dilangsungkan itu bertempat di ruang rapat Paripurna,Senin(12/4/21). 

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara,Asisten I bidang Perekonomian dan dan Pembangunan Sekda,Kadis Perijinan,Kadia PUPR diwakili Kasi Bina Marga serta beberapa investor Tambang Batu Bara yang mewakili Management PT.BAT,PT.Unirick Mega Persada,PT.MME,PT.Padang Karunia Group,PT.Hamparan Mulya,  
 

Dari hasil Rapat Dengar Pendapat(RDP) yang telah digelar disimpulkan bahwa, dari Pihak perusahaan agar lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan lain,saat memakai atau memotong jalan nasional.DPRD dan Pemerintah daerah meminta komitmen dari pihak perusahaan,agar lebih memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab terkait dispensasi yang telah diberikan oleh Balai Besar Pelaksana jalan Nasional. 
PT.Bahtera Alam Tamiang sampai saat ini tidak ada rencana untuk membangun underpass dikarenakan faktor ekonomi tetapi,tetap akan melaksanakan semua rekomendasi teknis dari Balai Besar pelaksana jalan nasional. 

Selanjutnya PT.Mega Multi Energy belum bisa membuat jalan sendiri dikarenakan belum menemukan jalan alternatif,apabila sudah menemukan maka pihak perusahaan akan segera membuat jalan sendiri,DPRD dan Pemerintah daerah Barito Utara meminta pihak perusahaan melakukan penertiban jadwal operasional angkutan batu bara,yang melintas jalan nasional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.DPRD Barito Utara meminta agar pihak PT.MME menyerahkan hard copy dispensasi penggunaan jalan nasional,amdal dan dokumen perencanaan pertambangan.  

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST mengatakan,rapat ini berdasarkan laporan  dan keluhan masyarakat terkait aktivitas perusahaan batu bara yang menggunakan jalan nasional. 

Dijelaskan Rokhmani dari PT.MME menerangkan bahwa,penggunaan jalan nasional oleh pihaknya sudah mendapat rekomendasi dari Balai Besar pelaksana jalan Nasional Provinsi Kalteng,Palangka Raya. 

Terkait dengan keutamaan keselamatan kerja,maka pihaknya akan mengintruksikan terhadap para sopir nakal dan kembali mengingatkan,agar para sub kontrak angkutan  perusahaan untuk memberikan sanksi tegas, apabila tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya,”ungkap Rokhmani.  (SS).