Pencairan Honor Guru Ngaji Di Bondowoso Menuai Kontroversi

0
39

BONDOWOSO,(1/5/2021)– Sesuai dengan verifikasi dan validasi data, guru ngaji se – Kabupaten Bondowoso, maka intensif honor guru ngaji bisa dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada (24/4/2021), namun menuai kontroversi,terindikasi pemutongan 50 ribu per guru ngaji.

Sebanyak 5400 guru ngaji se Kabupaten bondowoso menerima honor insentif melalui rekening Bank Jatim di tiap wilayah berbasis dapil, dengan besar anggaran yang di terima 1,5 juta per guru ngaji,
Ini merupakan kebijakan dari bupati Kh. Salwa Arifin yang di ambilkan dari APBD Kabupaten Bondowoso.

Dengan adanya insentif sebesar 1,5 juta sangat membantu kesejahteraan guru ngaji, dan menurut keterangan dari salah satu guru ngaji yang tidak mau di sebutkan namanya, sangat berterima kasih kepada
Bupati KH Salwa Arifin.

Honor Guru Ngaji dari yang awalnya Rp 800 ribu menjadi Rp 1,5 juta, kenaikan honor guru ngaji ini, merupakan janji politik Bupati saat Pilkada Tahun 2018 kemarin.

Dalam pencairan ini, ada salah satu media online yang menemukan kejanggalan tentang indikasi pungutan sebesar 50 ribu rupiah tiap guru ngaji, sehingga menimbulkan kontrovesi di kalangan guru ngaji.

Setelah tim gempurnews mengkonfirmasi tentang berita ini ke wakil pengurus persatuan guru ngaji, Misbahul Munir, SPdi, MM, diperoleh keterangan jika itu merupakan sebuah berita bohong, menurutnya hal ini hanya wacana dari tim pengurus persatuan guru ngaji tentang pembuatan ID CARD guru ngaji supaya terorganisir.

Tujuan pembuatan ID CARD untuk memudahkan tempat dan jumlah santri yang di didik karena di ID CARD tersebut juga ada barkot untuk membantu pemerintah Kabupaten Bondowoso supaya lebih mudah dalam pendataan guru ngaji kedepan dan masyarakat biar ikut andil, mengawasi keberadaan guru ngaji yang ada di Kabupaten Bondowoso, Lanjut wakil ketua.

Dalam wacana pembuatan ID CARD kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pengurus guru ngaji di tiap tiap kecamatan ( korcam) dan ( kordes) bahwa biaya pembuatan ID CARD dan oprasional organisasi anggarannya 50 ribu perguru ngaji, hal ini kalau di sepakati oleh guru ngaji maka 15 ribu untuk operasional kordes dalam kegiatan rutinnya,10 untuk korcam 15 ribu untuk kabupaten dan 10 ribu untuk cetak ID Card

“Sekali lagi ini hanya wacana,kami selaku perwakilan dari persatuan guru ngaji tidak ada tendesi apapun apa lagi mau mengabil keuntungan dari insentif guru ngaji,kami hanya ingin selangkah lebih maju malah disoroti dan dicurigai yang tidak tidak,padahal sejak pembentukannya dulu tidak ada sepeserpun bantuan dari siapapun semuanya murni dengan niatan untuk perjuangan Al Qur’an dan penjaga Al Qur’an. kapan bondowoso mau maju. ” papar Misbah.( Tim)